Pertamina-Boeing Duet Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Kamis, 09 Juli 2026 | 02:36:31 WIB
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bersama Boeing resmi menjalin kolaborasi dalam mempercepat pertumbuhan industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan di tanah air. 

Langkah strategis ini diambil guna menyokong dekarbonisasi di sektor dirgantara sekaligus menyukseskan target emisi nol bersih (net zero emissions).

Sinergi tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU). Lewat kemitraan ini, kedua belah pihak bakal mendalami beragam potensi untuk membangun ekosistem SAF di Indonesia. 

Cakupan kerja sama ini meliputi pemetaan sumber bahan baku (feedstock), pengembangan inovasi teknologi produksi SAF, hingga asistensi dalam merumuskan kebijakan yang mampu memacu akselerasi industri bahan bakar pesawat ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri berharap kerja sama ini dapat mempercepat kehadiran industri SAF yang kompetitif sekaligus memberi kontribusi positif bagi ekonomi domestik.

"Kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan industri SAF yang kompetitif dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia," ujar Simon dalam keterangannya, Rabu (9/7/2026).

Pada kesempatan yang sama, Boeing memandang Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan penerbangan berkelanjutan di wilayah regional. 

Berdasarkan kalkulasi Boeing, pergerakan penumpang di kawasan Asia Tenggara diprediksi meningkat sekitar 7% per tahun sampai tahun 2044.

Lonjakan tersebut diperkirakan bakal memicu kebutuhan terhadap hampir 4.900 armada pesawat baru. Oleh sebab itu, implementasi SAF dianggap sebagai salah satu jalan keluar krusial demi mereduksi emisi karbon dari industri penerbangan.

Pertamina sendiri sejauh ini telah menjalankan berbagai program SAF, mulai dari proses manufaktur dan sertifikasi produk, pengaplikasian langsung oleh anak usahanya yakni Pelita Air, hingga pendirian proyek Biorefinery Cilacap yang memproduksi SAF dengan memanfaatkan minyak jelantah serta limbah berkelanjutan lainnya.

Terkini