JAKARTA — PT PLN (Persero) mempunyai agenda untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang memanfaatkan area di sisi kiri serta kanan ruas jalan tol kelolaan PT Jasa Marga (Persero) dengan bentangan mencapai 802 kilometer (km).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pengerjaan proyek ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan Super Technology Green Corridor demi menyokong agenda transisi energi sekaligus mematangkan keandalan sistem kelistrikan nasional.
"Nah untuk itu ini sebagai contoh jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 km. Apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter maka ada sekitar 400-500 hektare. Artinya, ini ada 0,5 gigawatt peak," ucap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (3/7/2026).
(Catatan: Kutipan di atas tidak mengalami perubahan karena teks asli dari narasumber tidak memuat kata ganti "beliau" ataupun kata "kita").
Menurut pemaparannya, seiring dengan realisasi pembangunan PLTS tersebut, pihaknya bakal turut menempatkan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (Battery Energy Storage System/BESS) guna menampung pasokan arus listrik yang diproduksi. Lewat strategi ini, proyek tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas daya pasok sekaligus meningkatkan aspek keandalan listrik nasional.
"Tento saja artinya dikalikan 3 kami bisa menambah baterai energy storage system sebesar 1,5 GWh," kata Darmawan.
(Catatan: Sesuai instruksi Anda, kata "kita" pada teks asli kutipan di atas telah diubah menjadi "kami").
Di sisi lain, salah satu titik area pengembangan PLTS yang masuk dalam perencanaan adalah lintasan tol Bali Mandara. Bukan sekadar PLTS, PLN pun berencana mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) di area tol di atas laut tersebut.
Darmawan mengutarakan, pemakaian turbin angin dengan rancangan silinder sengaja diaplikasikan demi tetap mempertahankan unsur keindahan visual atau estetika.
"Ini bukan hanya memproduksi energi dari angin, tetapi juga menambah keindahan pemandangannya. Tentu saja ini akan kelihatan sekali nanti para turis yang mendarat di pulau Bali," tuturnya.
Ia berpandangan bahwa optimalisasi ketersediaan lahan milik negara melalui jalinan kerja sama dengan kementerian terkait merupakan langkah strategis untuk menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Darmawan juga mengonfirmasi bahwa skema pemanfaatan lahan infrastruktur seperti ini meniru pola yang sudah lebih dahulu diimplementasikan oleh beberapa negara maju, contohnya Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat (AS).
Ia mengimbuhkan bahwa agenda masif ini digulirkan sebagai rangkaian dari target PLN dalam mengejar proyeksi pembangunan PLTS berkapitalisasi total 100 Gw. PLN berkomitmen mengubah ketergantungan pasokan energi berbasis impor menjadi energi domestik guna memperkokoh kedaulatan energi nasional sekaligus menopang tren pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Ini yang bisa mengubah tadinya energi impor menjadi domestik energi fosil menjadi renewable energy, energi yang mahal menjadi lebih murah dan tentu saja ini adalah meningkatkan keandalan energi dan menyediakan affordable energy," kata Darmawan.
Berdasarkan paparan data PLN, berikut merupakan rincian daftar sebaran lokasi jalan tol yang diproyeksikan untuk pembangunan fasilitas PLTS:
1. Wilayah Pulau Jawa
Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Jalan Tol Cipularang / Cikampek-Purwakarta-Padalarang
Jalan Tol Padaleunyi / Padalarang-Cileunyi
Jalan Tol Jagorawi / Jakarta-Bogor-Ciawi
Jalan Tol Jakarta-Tangerang
Jalan Tol Tangerang-Merak
Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo / Tol Bandara Soekarno-Hatta
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta / JORR
Jalan Tol Cijago / Cinere-Jagorawi
Jalan Tol Serpong-Cinere
Jalan Tol Cinere-Jagorawi
Jalan Tol Kanci-Pejagan
Jalan Tol Pejagan-Pemalang
Jalan Tol Pemalang-Batang
Jalan Tol Batang-Semarang
Jalan Tol Semarang ABC
Jalan Tol Semarang-Solo
Jalan Tol Solo-Ngawi
Jalan Tol Ngawi-Kertosono
Jalan Tol Kertosono-Mojokerto
Jalan Tol Mojokerto-Surabaya
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Gempol-Pasuruan
Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo
Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Secara Bertahap)
Jalan Tol Trans Jawa
2. Wilayah Pulau Sumatra
Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar
Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang
Jalan Tol Kayu Agung-Palembang
Jalan Tol Palembang-Indralaya
Jalan Tol Indralaya-Prabumulih
Jalan Tol Pekanbaru-Dumai
Jalan Tol Medan-Binjai
Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi
Jalan Tol Sigli-Banda Aceh
Jalan Tol Binjai-Langsa (Secksional / Bertahap)
Jalan Tol Padang-Sicincin
Jalan Tol Pekanbaru-Padang (Secara Bertahap)
Jalan Tol Kisaran-Indrapura
Jalan Tol Indrapura-Lima Puluh
Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat
Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung (Secara Bertahap)
Jalan Tol Trans Sumatra
3. Wilayah Pulau Kalimantan
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
4. Wilayah Pulau Sulawesi
Jalan Tol Ujung Pandang/Makassar Seksi IV
Jalan Tol Makassar-New Port
Jalan Tol Manado-Bitung
5. Wilayah Pulau Bali
Jalan Tol Bali Mandara
6. Wilayah Kepulauan Riau
Jalan Tol Batam (Secara Bertahap): Sekupang-Batubesar dan Tanjung Uncang-Bandara Hang Nadim