Hari Bhayangkara ke-80: Presiden Minta Polri Responsif Siber

Rabu, 01 Juli 2026 | 19:58:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada Kepolisian Negara RI (Polri) agar senantiasa menyesuaikan diri dalam merespons evolusi modus kriminalitas yang dipicu oleh perkembangan teknologi serta berpotensi mengancam keutuhan bangsa.

Saat menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan bahwa hambatan yang dihadapi oleh Indonesia sekarang ini kian kompleks, dipicu oleh situasi konflik serta tensi di tingkat global sekaligus taktik kriminal yang kian modern.

"Ancaman berubah, teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kami juga harus menyesuaikan," kata Presiden Prabowo.

Ia memberikan perhatian khusus terhadap sederet tindak pidana yang menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia, di antaranya peredaran serta penyalahgunaan narkotika, perjudian daring, tindak pidana perdagangan orang, kejahatan siber, aksi terorisme, hingga aktivitas penyelundupan.

Di samping itu, terdapat pula hambatan lain berupa masih beroperasinya aktivitas pertambangan serta perkebunan tanpa izin resmi. Fenomena kejahatan kerah putih atau white collar crime—yaitu tindakan pelanggaran hukum demi meraup keuntungan finansial yang aktornya berasal dari kalangan pebisnis ataupun aparatur pemerintah—juga masih terdeteksi.

Kendati demikian, pada kesempatan yang sama Presiden turut menyampaikan penghargaan atas sinergi yang terjalin antara Polri dengan berbagai kementerian serta lembaga terkait dalam menanggulangi beraneka ragam modus kejahatan tersebut.

"Tapi saya apresiasi keberhasilan Polri bersama lembaga-lembaga lain terus membongkar dan mengungkap ribuan kasus narkotika. Dan bersama Komdigi memberantas judi online, serta berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir," kata Prabowo.

Ia mewanti-wanti supaya pencapaian positif ini tidak lantas membuat seluruh elemen di dalam institusi Polri merasa cepat berpuas diri lalu menjadi teledor.

"Tantangan masih besar. Rakyat kami masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal," demikian Prabowo Subianto.

Terkini