PBNU Undang Presiden Prabowo Tutup Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:42:01 WIB
Sekretaris Jenderal PBNU yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. (Foto: NET)

JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara formal melayangkan undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri sekaligus menutup rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang diselenggarakan di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Sekretaris Jenderal PBNU yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa undangan tersebut saat ini masih dalam proses koordinasi dan penantian konfirmasi kepastian dari pihak Presiden.

"Ini masih dalam koordinasi, dalam konfirmasi. Mudah-mudahan waktunya memungkinkan, tetapi PBNU melalui rapat sudah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden pada tanggal 23 Juni yang akan datang di Kabupaten Bangkalan," ungkap Gus Ipul, sapaan akrabnya, Jumat (19/6/2026).

Gus Ipul memaparkan bahwa rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 akan dibuka pada esok hari, Sabtu (20/6/2026), di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. 

Sementara itu, agenda penutupan direncanakan berlangsung tiga hari kemudian di STAI Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada Selasa (23/6/2026), dengan catatan kehadiran Presiden Prabowo.

"Sementara penutupan direncanakan mudah-mudahan nanti di Bangkalan. PBNU mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo untuk bisa memberikan amanat pada saat penutupan nanti," imbuhnya.

Ia menambahkan, apabila Presiden Prabowo berhalangan hadir, acara penutupan akan tetap berlangsung namun lokasinya dikembalikan ke tempat semula, yaitu Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. 

"Jika waktunya memungkinkan hadir, maka penutupan akan ditempatkan di Bangkalan, tetapi jika tidak, penutupan akan dilakukan di Ploso. Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden," ujarnya.

Mengenai persiapan pembukaan di Kediri, Gus Ipul menyebutkan bahwa pihaknya akan mengundang jajaran pejabat pemerintah daerah, para pengasuh pesantren, pengurus NU dari seluruh Indonesia, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa forum Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 merupakan langkah strategis awal dalam konsolidasi organisasi menuju Muktamar. Forum ini akan menjadi wadah pembahasan berbagai agenda organisasi, umat, dan kebangsaan sebagai bagian dari peta jalan masa depan Nahdlatul Ulama. 

"Persiapan muktamar ini kan berkelanjutan. Konbes ini adalah tahapan pertama menuju muktamar," pungkasnya.

Terkini