Bukan Genetik, Pola Hidup Jadi Faktor Utama Obesitas

Kamis, 18 Juni 2026 | 02:07:31 WIB
Ilustrasi - Pola Hidup Jadi Faktor Utama Obesitas. (Foto: NET)

JAKARTA - Dokter spesialis gizi klinik dr. Maryam, Sp.GK menyatakan bahwa faktor genetik bukanlah penyebab dominan dari obesitas, mengingat pengaruhnya diperkirakan kurang dari 20 persen jika dibandingkan dengan variabel lain seperti gaya hidup dan lingkungan.

"Jangan sampai ada anggapan, 'Dok, aku dari keluarganya sudah gemuk semua, jadi kayaknya enggak mungkin kalau mau turun.' Genetik itu bisa berpengaruh, tapi tidak sampai 20 persen," tutur Maryam dalam acara Bamed Seminar Media bertajuk "Comprehensive Aesthetic and Wellness: Integrated and holistic approach to better wellbeing" di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut, obesitas merupakan kondisi multifaktor yang dipengaruhi oleh aspek fisik, metabolisme, hormonal, psikologis, serta genetik. 

Kendati demikian, elemen yang dapat dimodifikasi seperti pola makan, tingkat aktivitas fisik, dan gaya hidup memegang peranan krusial dalam pengendalian berat badan.

"Banyak yang bisa kami ubah, salah satunya adalah faktor lingkungan atau gaya hidup," ungkapnya.

Maryam menjelaskan bahwa obesitas tidak hanya meningkatkan risiko penyakit metabolik—seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan kolesterol—tetapi juga berdampak pada kesehatan reproduksi dan kesuburan. 

Selain itu, obesitas turut berkaitan dengan masalah psikologis, mulai dari depresi, gangguan citra tubuh (body image), rendahnya kepercayaan diri, hingga gangguan makan. Dampak tersebut bahkan merambah pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Maryam menegaskan bahwa obesitas tidak hanya diukur melalui berat badan, melainkan harus dilihat dari komposisi tubuh, khususnya jumlah lemak.

"Obesitas itu bukan kelebihan berat badan, tapi kelebihan lemak tubuh," tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi skinny fat, di mana seseorang tampak kurus namun memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi. 

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa upaya mencapai berat badan ideal harus dilakukan secara personal melalui pengukuran objektif agar penurunan berat badan tidak sampai mengurangi massa otot secara berlebihan.

Terkini