JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong para alumni program Magang Nasional (MagangHub) Tahap III 2025 agar mengambil sertifikasi kompetensi yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) demi memperkuat daya saing di pasar kerja.
Di Jakarta, Kamis, Menaker Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mematangkan program sertifikasi kompetensi sebagai langkah tindak lanjut pascamagang.
"Peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program magang berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi. Kami telah menyiapkan sekitar 15 bidang kompetensi yang dapat dipilih untuk diuji di balai-balai pelatihan di bawah naungan Kemnaker," kata Yassierli.
Ia menilai program ini memberikan nilai tambah strategis. Selain mengantongi pengalaman kerja dan sertifikat magang, peserta kini memiliki peluang meraih sertifikasi kompetensi yang sangat relevan dengan kebutuhan industri.
"Ini merupakan layanan yang ingin kami berikan kepada peserta MagangHub. Jadi, peserta tidak hanya mendapatkan portofolio dan sertifikat magang, tetapi juga sertifikat kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing mereka," ujarnya.
Yassierli mengimbau agar seluruh alumni terus memantau kanal resmi Kemnaker untuk memperoleh informasi terkait jadwal pendaftaran, pilihan bidang kompetensi, hingga tahapan sertifikasi.
Di samping sertifikasi, ia juga menyarankan peserta untuk mengoptimalkan platform SiapKerja, terutama fitur KarirHub yang menyajikan informasi lowongan pekerjaan domestik maupun luar negeri.
"Saat ini, Kemnaker terus memperluas akses informasi pasar kerja dengan mengintegrasikan SiapKerja dengan berbagai portal lowongan kerja swasta sehingga semakin banyak peluang kerja yang dapat diakses masyarakat," kata dia.
Menaker menekankan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi prioritas utama setelah magang berakhir. Pasalnya, dunia kerja saat ini tidak sekadar mencari ijazah, melainkan kemampuan nyata yang didukung oleh portofolio dan sertifikasi.
"Ke depan, yang dicari industri adalah kompetensi. Mereka tidak hanya melihat seseorang berasal dari sekolah mana, tetapi lebih pada kemampuan yang dimiliki. Kompetensi itu tercermin dari portofolio dan sertifikat kompetensi," tegasnya.
Menutup arahannya, ia berpesan agar peserta terus mengasah keterampilan yang relevan. Menurutnya, kompetensi yang mumpuni merupakan kunci utama untuk memenangkan persaingan di dunia kerja.
"Tingkatkan terus kompetensi. Itulah modal utama untuk bisa bersaing dan meraih peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Menaker Yassierli.