Pramono Anung Tawarkan Singapura Investasi MRT dan TOD

Selasa, 16 Juni 2026 | 00:29:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. (Foto: NET)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjajaki potensi investasi Singapura untuk proyek MRT Jakarta Fase 3 dan 4, serta pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) dalam pertemuan bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Perdana Menteri Singapura.

Berdasarkan keterangan resmi pada Selasa, Pramono membuka peluang bagi penguatan modal Singapura di Jakarta, mencakup proyek TOD, pembangunan MRT Fase 3 dan 4, serta beragam inisiatif transformasi perkotaan demi mendukung status Jakarta sebagai kota global.

“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” ujar Pramono.

Di samping menawarkan peluang pada sektor transportasi dan pengembangan kawasan, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan iklim investasi yang transparan, efisien, mudah, dan konsisten. 

Menurutnya, kepastian kebijakan adalah elemen krusial untuk menumbuhkan kepercayaan investor.

“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kami perkuat hari ini akan membawa kami pada kesuksesan bersama,” tegas Pramono.

Dalam pertemuan tersebut, Pramono menyoroti pengalamannya di pemerintahan sebagai modal untuk membangun komunikasi efektif dengan mitra strategis. 

Pertemuan ini sekaligus mempererat kembali hubungan komunikasi antara Pramono dan PM Lawrence Wong yang telah terjalin sejak keduanya masih aktif di pemerintahan nasional, di mana saat itu Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi aset bagi Pemprov DKI Jakarta dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan implementasi di daerah untuk memberikan kepastian bagi investor.

“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor,” ungkap Pramono.

Terkini