ESDM Dorong Optimalisasi Energi Terbarukan Perkuat Ketahanan Nasional

Kamis, 12 Maret 2026 | 12:05:35 WIB
ESDM Dorong Optimalisasi Energi Terbarukan Perkuat Ketahanan Nasional

JAKARTA - Perubahan lanskap energi global mendorong banyak negara mempercepat pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan. 

Ketergantungan terhadap energi fosil dinilai semakin berisiko di tengah dinamika harga energi dunia serta meningkatnya tuntutan terhadap pengurangan emisi karbon.

Indonesia pun terus memperkuat langkah menuju transisi energi dengan mendorong pengembangan berbagai sumber energi baru dan terbarukan. 

Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Pemerintah menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk mendukung pengembangan energi bersih. Berbagai sumber energi seperti tenaga surya, panas bumi, bioenergi, hingga tenaga air dinilai dapat dimanfaatkan secara lebih optimal guna memperkuat bauran energi nasional.

Karena itu, berbagai kebijakan terus disiapkan untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan secara lebih luas. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mempercepat transisi energi sekaligus menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dorongan Pemerintah Optimalkan Energi Terbarukan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong optimalisasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy.

"Ini menjadi titik penting dan kita melihat ada sebenarnya satu segmen yang di dalam bauran energi tersebut masih bisa kita optimalkan lagi yaitu segmen renewable energy. Ini saya sedikit walaupun sebagai (Dirjen) migas kenapa karena ini penting," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.

Menurut dia, penguatan pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memperkuat struktur bauran energi nasional.

Dengan memaksimalkan potensi energi bersih yang tersedia di dalam negeri, Indonesia dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi perubahan dinamika energi global.

Porsi Energi Terbarukan Masih Perlu Ditingkatkan

Laode mengatakan bahwa pengembangan energi terbarukan sebenarnya telah dicanangkan sejak lama oleh pemerintah. Namun hingga saat ini kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional masih berada pada kisaran yang relatif terbatas.

"Menurut dia, 20 tahun yang lalu Indonesia sudah mencanangkan renewable energy bisa naik, tapi sampai saat ini hal tersebut masih di angka 15-16 persen."

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.

"Ini kalau bisa kita naikkan seperti yang sudah dicanangkan oleh Pak Menteri ESDM itu bioetanol naik, B40 jadi B50, ini nanti merupakan penguat-penguat kita karena belum tentu negara lain punya sumber daya alam (resources) seperti Indonesia," katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan karena memiliki berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.

Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.

Percepatan Pembangunan Pembangkit Energi Bersih

Sebagai informasi, pemerintah mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu langkah yang ditempuh adalah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).

Menurut dia, pembangunan PLTS berskala besar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif di dalam negeri.

Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dinilai memiliki potensi besar karena Indonesia memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun.

Dengan memanfaatkan potensi tersebut, pemerintah berharap kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dapat terus meningkat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi emisi karbon serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Berbagai Potensi Energi Terbarukan Indonesia

Bahlil menambahkan optimalisasi pemanfaatan EBT tidak hanya melalui tenaga surya, tetapi juga melalui berbagai sumber energi lain seperti panas bumi (geothermal) dan tenaga air.

Indonesia diketahui memiliki cadangan panas bumi yang sangat besar dan termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan.

Selain panas bumi, tenaga air juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan percepatan pengembangan EBT diperlukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Presiden telah menugaskan Bahlil sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi guna mempercepat pemanfaatan energi bersih di dalam negeri.

Ia memerintahkan percepatan pembangunan PLTS guna memperluas elektrifikasi berbasis energi terbarukan.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap Indonesia mampu mempercepat pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pengembangan energi terbarukan juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan kerja di sektor energi bersih.

Terkini