JAKARTA - Upaya memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus menjadi fokus pemerintah. Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah pembangunan hunian vertikal dalam jumlah besar yang dirancang untuk menjawab kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Proyek ini melibatkan dukungan investasi dari Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia yang menyiapkan anggaran pembangunan hingga mencapai Rp16 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun hunian vertikal pada lahan hibah yang diberikan oleh kelompok usaha swasta.
Lahan tersebut berasal dari hibah yang diberikan oleh James Riady selaku pendiri Yayasan Pelita Harapan yang juga terafiliasi dengan Lippo Group. Tiga bidang tanah seluas sekitar 30 hektare di kawasan Cikarang direncanakan untuk pembangunan sekitar 140 ribu unit hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Proyek tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan lahan hunian sekaligus memenuhi kebutuhan rumah yang terus meningkat di kawasan perkotaan.
Rencana Pembangunan Hunian Vertikal Berskala Besar
Proyek hunian vertikal yang direncanakan di kawasan Cikarang ini menjadi salah satu inisiatif besar dalam pengembangan perumahan rakyat. Dari total lahan hibah sekitar 30 hektare, sebagian area akan digunakan untuk pembangunan kompleks hunian bertingkat yang dapat menampung puluhan ribu keluarga.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan bahwa proyek pembangunan akan dimulai pada area sekitar 12,8 hektare yang akan dikembangkan menjadi sejumlah menara hunian.
“Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kami akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih rentangnya antara Rp14 triliun sampai Rp16 triliun,” kata Rosan Roeslani saat melakukan kunjungan ke lokasi proyek di Cikarang, Jawa Barat.
Jika seluruh rencana pembangunan berjalan sesuai dengan perhitungan tersebut, proyek ini diperkirakan akan menjadi salah satu kawasan hunian vertikal terbesar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia.
Dukungan Terhadap Program Perumahan Nasional
Rosan menegaskan bahwa Danantara Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah dalam menyediakan hunian bagi masyarakat melalui program pembangunan rumah secara masif.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan jutaan unit rumah dalam beberapa tahun ke depan untuk mengurangi backlog perumahan nasional. Proyek hunian vertikal di Cikarang menjadi bagian dari upaya untuk mendukung target tersebut.
Selain itu, pembangunan hunian dalam bentuk apartemen atau rumah susun juga dinilai lebih efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan yang semakin padat.
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh akses terhadap hunian yang lebih layak dan terjangkau.
Kolaborasi Pemerintah, BUMN, dan Swasta
Dalam proses pembangunan proyek hunian vertikal ini, Danantara Indonesia tidak bekerja sendiri. Rosan menyebut bahwa proyek tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan milik negara serta kontraktor swasta.
“Kami akan berkolaborasi. Jadi, itu peran Danantara dalam proyek ini,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan kualitas proyek tetap terjaga. Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor konstruksi dan infrastruktur berpotensi dilibatkan dalam pengerjaan proyek ini.
Di sisi lain, kerja sama dengan kontraktor swasta juga akan memberikan fleksibilitas dalam pengembangan proyek serta memperluas kapasitas pembangunan.
Pendekatan kolaboratif semacam ini menjadi salah satu strategi yang sering digunakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur maupun perumahan skala besar.
Solusi Mengatasi Backlog Perumahan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan hunian vertikal merupakan salah satu solusi penting dalam menghadapi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Menurutnya, pembangunan hunian bertingkat memungkinkan pemanfaatan lahan secara lebih efisien sehingga lebih banyak masyarakat dapat memperoleh tempat tinggal di lokasi yang strategis.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi backlog atau kekurangan pasokan perumahan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Pemerintah menempatkan penyediaan hunian yang layak dan terjangkau sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Setelah melakukan peninjauan lokasi pembangunan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep proyek.
Tahapan tersebut mencakup penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, penentuan mekanisme harga unit, hingga perumusan konsep pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa hunian yang dibangun benar-benar dapat diakses oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
Dengan dukungan investasi besar serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, proyek hunian vertikal di Cikarang diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan rumah di kawasan perkotaan.