Saham BUMI Berpotensi Menguat Menuju Area Resistance Bursa Efek Indonesia

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:04:03 WIB
Saham BUMI Berpotensi Menguat Menuju Area Resistance Bursa Efek Indonesia

JAKARTA - Pergerakan saham sektor batu bara kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan sinyal penguatan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Emiten yang berada dalam kelompok usaha Bakrie dan Salim tersebut dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan harga dalam jangka pendek berdasarkan analisis teknikal sejumlah sekuritas.

Walau dalam beberapa periode terakhir kinerja saham BUMI masih berada dalam tren pelemahan, sejumlah indikator teknikal mulai menunjukkan potensi pembalikan arah. Hal ini membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum pergerakan harga guna memperoleh keuntungan dari transaksi jangka pendek.

Analis pasar menilai bahwa pergerakan saham BUMI saat ini berada pada fase konsolidasi setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Jika mampu mempertahankan area support yang ada, maka peluang penguatan menuju area resistance dinilai masih terbuka.

Selain faktor teknikal, aktivitas investor asing yang kembali melakukan pembelian juga menjadi salah satu sinyal yang diperhatikan oleh pelaku pasar. Arus dana asing sering kali menjadi indikator sentimen positif yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia.

Berikut ini gambaran teknikal saham BUMI berdasarkan analisis sekuritas serta pergerakan harga dalam beberapa periode terakhir.

Peluang Penguatan Menuju Area Resistance

Saham emiten grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki potensi untuk menguat ke level resistance (batas atas). Begini teknisnya agar pemodal dapat memaksimalkan cuan di saham BUMI. CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatannya untuk perdagangan Jumat (6/3/2026), target terdekat saham BUMI di harga Rp 246-Rp 252.

Level tersebut dinilai sebagai area resistance yang berpotensi menjadi titik pengujian bagi pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Jika harga mampu menembus area tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan dapat terbuka.

Namun jika gagal menembus resistance, saham berpotensi kembali bergerak dalam pola konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Area Support Jadi Penentu Pergerakan Harga

Selain memperhatikan area resistance, investor juga perlu mencermati level support yang menjadi batas bawah pergerakan harga saham. Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan harga saham BUMI memiliki area support di Rp 232-Rp 236.

Area support tersebut dinilai menjadi zona penting untuk menjaga momentum kenaikan harga saham. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka potensi penguatan masih tetap terjaga. Sebaliknya, apabila harga turun menembus area support tersebut, maka saham BUMI berpotensi mengalami tekanan jual yang lebih besar.

Oleh karena itu, investor biasanya menggunakan area support dan resistance sebagai acuan dalam menentukan strategi perdagangan, baik untuk melakukan pembelian maupun penjualan saham.

Pergerakan Harga Terbaru Di Bursa Efek Indonesia

Pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3/2026), saham BUMI terlihat menguat 2,56% di level Rp 240. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif setelah sebelumnya saham BUMI mengalami tekanan dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya.

Meski mencatatkan penguatan dalam satu hari perdagangan, performa saham BUMI dalam beberapa periode masih menunjukkan tren penurunan. Dalam sepekan terakhir, saham BUMI anjlok 6,9% dan sebulan turun 2,4%. Selama periode year to date (ytd), saham BUMI melemah 34,4%.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa saham BUMI masih berada dalam fase koreksi cukup dalam sejak awal tahun. Namun demikian, kondisi ini juga kerap dilihat oleh sebagian investor sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pada harga yang lebih rendah.

Arus Dana Asing Jadi Sentimen Tambahan

Selain analisis teknikal, pergerakan dana investor asing juga sering menjadi faktor yang memengaruhi dinamika harga saham di pasar modal. Meski kinerja saham BUMI dalam beberapa periode terakhir masih menunjukkan pelemahan, data perdagangan menunjukkan adanya minat beli dari investor asing. Data Stockbit mengungkap, saham BUMI tercatat banyak dibeli asing atau net buy asing sebesar Rp 42,3 miliar pada perdagangan Kamis.

Aktivitas pembelian oleh investor asing tersebut sering kali dipandang sebagai sinyal adanya potensi perbaikan sentimen pasar terhadap saham tertentu. Arus dana asing dapat memberikan tambahan likuiditas sekaligus meningkatkan kepercayaan investor domestik terhadap prospek saham yang diperdagangkan.

Namun demikian, pergerakan saham tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi pasar secara keseluruhan, sentimen sektor, serta faktor fundamental perusahaan. Karena itu, investor biasanya mengombinasikan analisis teknikal dengan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan mempertimbangkan area support dan resistance yang telah diidentifikasi oleh analis, saham BUMI dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Namun para pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko serta dinamika pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Terkini