JAKARTA - Pertumbuhan kinerja perusahaan properti yang terafiliasi dengan pengusaha Sugianto Kusuma atau Aguan menunjukkan performa yang cukup impresif sepanjang 2025.
Dua emiten yang berada di bawah ekosistem pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan.
Kinerja keuangan kedua emiten tersebut mencerminkan kuatnya permintaan pasar terhadap proyek properti yang terintegrasi dengan fasilitas komersial dan infrastruktur kawasan. Di tengah dinamika industri properti nasional serta perubahan daya beli masyarakat, capaian tersebut menjadi indikator bahwa strategi pengembangan kawasan PIK2 masih mendapat respons positif dari konsumen dan investor.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, baik PANI maupun CBDK mencatatkan peningkatan pendapatan sekaligus pertumbuhan laba bersih yang cukup tinggi. Pencapaian tersebut juga didukung oleh performa penjualan yang solid serta strategi pengembangan kawasan yang berorientasi pada kebutuhan pasar.
Kinerja Keuangan PANI Melonjak Signifikan
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) membukukan kinerja yang sangat kuat sepanjang tahun buku 2025. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,14 triliun.
Angka tersebut melonjak 83,89% secara tahunan dibandingkan dengan laba bersih pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp623,91 miliar. Peningkatan tersebut sekaligus mengangkat nilai laba per saham perseroan menjadi Rp67,69 dari sebelumnya Rp38,78.
Pertumbuhan laba bersih yang signifikan ini ditopang oleh peningkatan pendapatan perusahaan yang juga mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi. PANI membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,31 triliun pada 2025.
Nilai tersebut meningkat 52,37% dibandingkan dengan pendapatan pada tahun sebelumnya yang berada di posisi Rp2,83 triliun. Secara rinci, segmen real estat menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan.
Segmen tersebut menghasilkan pendapatan sebesar Rp4,27 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,83 triliun.
Kinerja ini menegaskan bahwa pengembangan kawasan properti yang terintegrasi masih menjadi daya tarik utama bagi pasar, terutama pada kawasan strategis yang memiliki nilai investasi jangka panjang.
Performa CBDK Turut Mencatat Pertumbuhan
Selain PANI, emiten properti lainnya yang juga terafiliasi dengan Aguan, yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), turut mencatatkan kinerja yang positif sepanjang 2025.
CBDK berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun. Nilai tersebut meningkat 47,53% dibandingkan dengan laba bersih pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp924,75 miliar.
Pertumbuhan laba bersih ini juga mendorong kenaikan laba per saham atau earning per share perseroan. Laba per saham CBDK tercatat sebesar Rp241,45, naik dari posisi sebelumnya Rp181,25 per saham.
Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang juga mengalami kenaikan secara tahunan. CBDK mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,5 triliun pada 2025.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pendapatan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2,24 triliun. Secara rinci, sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari segmen real estat. Segmen tersebut menyumbang pendapatan sebesar Rp2,46 triliun. Sementara itu, kontribusi dari segmen konvensi tercatat sebesar Rp39,39 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa bisnis pengembangan properti serta fasilitas pendukung kawasan masih memberikan kontribusi penting terhadap kinerja perusahaan.
Prapenjualan PANI Tercapai Sesuai Target
Selain mencatatkan kinerja keuangan yang kuat, PANI juga berhasil mencapai target prapenjualan atau marketing sales yang telah ditetapkan untuk tahun 2025. Sepanjang tahun tersebut, PANI membukukan prapenjualan sebesar Rp4,3 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 100% dari target yang telah dibidik oleh perseroan.
Manajemen PANI menyatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perusahaan serta efektivitas strategi pengembangan kawasan PIK2. Segmen residensial menjadi penyumbang terbesar dalam capaian prapenjualan tersebut. Nilainya mencapai Rp2,0 triliun atau sekitar 47% dari total marketing sales.
Sementara itu, penjualan kaveling tanah komersial menyumbang Rp1,2 triliun atau sekitar 28%. Adapun produk komersial lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp1,07 triliun atau sekitar 25%.
"Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap hunian terintegrasi dan kawasan komersial strategis di PIK 2 tetap terjaga, seiring dengan preferensi konsumen yang semakin selektif dan berorientasi pada kualitas," paparnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/3/2026).
Capaian tersebut menegaskan bahwa proyek pengembangan kawasan terpadu masih menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mencari hunian sekaligus peluang investasi.
Penguatan Ekosistem Kawasan PIK Dua
Keberhasilan kinerja PANI dan CBDK juga didukung oleh penguatan ekosistem kawasan Pantai Indah Kapuk 2 yang terus berkembang.
Salah satu faktor penting adalah beroperasinya Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sejak Agustus 2025. Fasilitas ini dikembangkan sebagai aset utama atau anchor asset untuk sektor MICE. Kompleks tersebut memiliki total gross building area sekitar 375.000 meter persegi yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 123.000 meter persegi.
Kehadiran fasilitas tersebut dinilai mampu memperkuat daya tarik kawasan PIK2 sebagai pusat kegiatan bisnis, pameran, serta berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma menyampaikan bahwa capaian marketing sales sepanjang 2025 menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian dalam mengelola bisnis.
Menurut Aguan, tahun 2025 dipandang sebagai periode konsolidasi yang sehat bagi perusahaan. Di tengah dinamika makroekonomi serta penyesuaian daya beli masyarakat, perusahaan tetap berfokus pada pertumbuhan yang berkualitas.
"Pencapaian 100% target pr penjualan menunjukkan bahwa strategi pengembangan kawasan PIK 2 yang terintegrasi, relevan dengan kebutuhan pasar, dan berbasis fundamental yang kuat tetap mendapatkan kepercayaan konsumen dan investor,” ujarnya.
Ke depan, manajemen perusahaan menegaskan akan terus mengedepankan strategi pengembangan yang prudent. Fokus utama perusahaan adalah menciptakan nilai jangka panjang melalui penguatan ekosistem kawasan serta optimalisasi portofolio produk.
Dengan strategi tersebut, PANI berharap mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi kawasan PIK2 sebagai salah satu pusat pengembangan properti terbesar di Indonesia.