Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Bergabung Board of Peace Dunia

Jumat, 06 Maret 2026 | 09:09:52 WIB
Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Bergabung Board of Peace Dunia

JAKARTA - Perkembangan dinamika geopolitik global kembali menempatkan Indonesia dalam posisi strategis di panggung internasional. 

Salah satu langkah yang menarik perhatian adalah keputusan Presiden untuk membawa Indonesia bergabung dalam forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). 

Keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui pembahasan panjang dengan berbagai pihak, termasuk para pemimpin negara di kawasan Teluk.

Keputusan tersebut juga menjadi bagian dari strategi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya terkait konflik di Timur Tengah yang hingga kini masih menyita perhatian internasional. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa langkah tersebut tetap berada dalam koridor konstitusi serta komitmen bangsa terhadap kemerdekaan Palestina.

Penjelasan mengenai keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam kesempatan itu, berbagai tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat, serta pimpinan pondok pesantren hadir untuk mendengarkan langsung penjelasan mengenai langkah diplomatik tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy mengatakan pernyataan itu disampaikan Presiden dalam silaturahmi dan buka puasa bersama ulama, pimpinan organisasi masyarakat dan pimpinan pondok pesantren yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

"Beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung," kata Muhadjir.

Pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, yakni lebih dari tiga jam. Dalam diskusi yang berlangsung hangat itu, Presiden menjelaskan secara rinci mengenai latar belakang keputusan Indonesia untuk menjadi bagian dari forum BoP. Penjelasan tersebut menjadi penting mengingat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah saat ini tengah mengalami peningkatan ketegangan.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Pemerintah Indonesia memandang bahwa upaya diplomasi harus terus dilakukan untuk mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Penjelasan Presiden Soal Keputusan Bergabung

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa keputusan bergabung dengan BoP bukanlah langkah spontan. Sebaliknya, keputusan itu merupakan hasil dari proses diskusi yang panjang serta pertimbangan diplomatik yang matang dengan berbagai pemimpin dunia, khususnya dari kawasan Teluk.

Melalui pembahasan tersebut, Indonesia berupaya memastikan bahwa keterlibatan dalam forum internasional ini tetap selaras dengan kepentingan nasional serta prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi landasan diplomasi Indonesia.

Menurut Muhadjir, Presiden juga memberikan penjelasan secara detail mengenai alasan strategis di balik keputusan tersebut. Salah satunya adalah keinginan Indonesia untuk memiliki peran yang lebih aktif dalam forum internasional yang membahas isu perdamaian dunia.

Keikutsertaan dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan serta memperjuangkan nilai-nilai perdamaian yang selama ini menjadi bagian dari komitmen bangsa.

Strategi Berjuang Dari Dalam Forum

Presiden juga menegaskan bahwa keterlibatannya di BoP merupakan strategi yang sudah dipilih yang disebutnya sebagai berjuang dari dalam atau "strategy from within".

Prabowo, kata Muhadjir, menegaskan bahwa keterlibatannya di BoP merupakan strategi yang sudah dipilih yang disebutnya sebagai berjuang dari dalam atau "strategy from within".

Strategi itu dipilih sebagai bentuk pendekatan diplomasi yang dinilai lebih efektif dalam memperjuangkan berbagai kepentingan kemanusiaan di tingkat global. Dengan berada di dalam forum tersebut, Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat langsung dalam proses perumusan kebijakan yang berkaitan dengan perdamaian dunia.

"Strategi yang beliau pilih adalah yang disebut dengan 'strategy from within'. Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam," kata Muhadjir.

Pendekatan ini dinilai sebagai langkah baru dalam diplomasi Indonesia. Selama ini, Indonesia sering menyuarakan berbagai isu kemanusiaan dari luar forum tertentu. Kini, pemerintah mencoba memperjuangkan aspirasi tersebut langsung dari dalam lembaga yang memiliki pengaruh dalam pembahasan isu global.

Komitmen Terhadap Konstitusi dan Palestina

Meski demikian, Muhadjir meyakini keputusan Presiden untuk bergabung dalam BoP tetap berada dalam koridor konstitusi serta nilai-nilai yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Indonesia secara tegas menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen bangsa terhadap keadilan dan kemanusiaan.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga tetap berpegang pada prinsip diplomasi yang selama ini diusung dalam upaya menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel. Upaya tersebut mengarah pada terciptanya perdamaian melalui pendekatan Solusi Dua Negara yang selama ini menjadi salah satu jalan keluar yang didukung oleh banyak negara.

Pendekatan tersebut dinilai sebagai cara yang realistis untuk menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah sekaligus memberikan ruang bagi kedua negara untuk hidup berdampingan secara damai.

Harapan Terwujudnya Perdamaian Dunia

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian melalui Solusi Dua Negara antara Palestina dan Israel, serta poin-poin perjanjian dalam BoP.

"Kita harus terus berupaya apa pun risikonya, apa pun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin, di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel," katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum BoP tidak hanya sebatas partisipasi formal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya aktif untuk memperjuangkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Dengan langkah diplomatik ini, Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong terciptanya stabilitas global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu titik konflik paling kompleks di dunia.

Terkini