PDIP Jatim Santuni Anak Yatim dan Janda Saat Nuzulul Quran 1447 H

Jumat, 06 Maret 2026 | 09:07:53 WIB
PDIP Jatim Santuni Anak Yatim dan Janda Saat Nuzulul Quran 1447 H

JAKARTA - Bulan suci Ramadan sering dimanfaatkan berbagai kalangan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kegiatan keagamaan. 

Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian lebih dari masyarakat. 

Kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa pun menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang kerap dilakukan berbagai organisasi maupun lembaga.

Suasana kebersamaan tersebut juga tampak dalam peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur. Acara yang digelar di Surabaya itu tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga diiringi dengan pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan para janda dhuafa dari berbagai daerah. 

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap momentum Ramadan dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Peringatan Nuzulul Quran sendiri merupakan momen penting bagi umat Islam karena menandai turunnya Al-Quran sebagai pedoman hidup. Oleh karena itu, banyak kegiatan keagamaan digelar untuk memperingati peristiwa tersebut, mulai dari pengajian, pembacaan Al-Quran, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.

Suasana Khidmat Peringatan Nuzulul Quran Di Surabaya

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Nuzulul Quran 1447 Hijriah/2026 M di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penyaluran santunan kepada 550 mustahik yang terdiri atas 500 anak yatim dan 50 janda.

Pantauan Kompas.com, acara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB yang dibuka dengan Qiro’atul Quran. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat nabi oleh ratusan anak yatim dan puluhan janda dengan khidmat.

Sembari menunggu waktu ngabuburit diisi dengan tausiyah dari pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH. Fahmi Amrullah. Selain ceramah keagamaan, DPD PDI Perjuangan Jatim juga akan menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Santunan Anak Yatim Menjadi Wujud Kepedulian Sosial

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk memperoleh keberkahan di bulan suci Ramadan.

“Kenapa PDIP Perjuangan mengundang anak yatim tadi disampaikan ada 500 anak yatim itu bukan karena kami memberikan berkah, bukan karna PDIP Perjuangan memberikan berkah, tapi kami semua ingin mendapatkan berkah dari anak-anak yatim kita,” kata Said dalam sambutannya.

Ia meyakini bahwa doa dari anak-anak yatim memiliki kekuatan yang besar sehingga diharapkan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Oleh karenanya marilah doakan bersama agar PDIP Perjuangan Jatim bisa melaksanakan setiap tahun sekali setiap nuzulul Quran setidaknya-tidaknya InsyaAllah dalam kesempatan apapun kami akan selalu menempatakan ibu-ibu dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDIP,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini menjadi salah satu cara untuk terus menjaga hubungan antara partai dengan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Nilai Kepedulian Sosial Sejalan Dengan Ideologi Partai

Said Abdullah juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan yang dikenal sebagai partai yang berpihak pada “wong cilik” atau rakyat kecil.

Ia menegaskan bahwa partai tersebut selalu berupaya memberikan ruang, perhatian, serta kesempatan kepada masyarakat kecil dalam berbagai kegiatan sosial maupun politik.

“Dan mudah-mudahan bahwa ini bukan Ramadhan terakhir bagi kita insyaAllah kita akan bertemu di Ramadhan tahun depan kita saling mendoakan panjang umur,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan harapan agar kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut dapat terus berlangsung di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara kader partai, tokoh agama, serta masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Momentum Nuzulul Quran Perkuat Nilai Spiritual Dan Kebangsaan

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, mengatakan peringatan Nuzulul Quran menjadi agenda rutin setiap Ramadan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menekankan penguatan nilai spiritual dan kepedulian sosial.

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap bulan Ramadan. Momentum Nuzulul Quran harus menghadirkan kebahagiaan bersama, khususnya bagi anak-anak yatim dan para janda yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran KH Fahmi Amrullah sebagai pemberi tausiyah dapat memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai Islam selaras dengan semangat kebangsaan serta keadilan sosial.

“Melalui tausiyah beliau, kami berharap kader dan masyarakat semakin meneguhkan komitmen menghadirkan politik yang berkeadaban, berpihak pada wong cilik, dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Ketika azan Maghrib berkumandang, ratusan peserta yang hadir mulai menyerbu berbagai jamuan yang telah disediakan untuk berbuka puasa bersama. Senyum sumringah terlihat dari para peserta yang mengantre untuk mendapatkan menu berbuka.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakabid Keagamaan DPD PDI Perjuangan Jatim, KH. Abdul Wahab Yahya, sebelum dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih bersama. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang identik dengan nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama.

Terkini