Lebih Dari 40 Ribu Nasabah Jago Syariah Manfaatkan Kantong Haji Umrah

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:09:19 WIB
Lebih Dari 40 Ribu Nasabah Jago Syariah Manfaatkan Kantong Haji Umrah

JAKARTA - Perencanaan ibadah kini semakin terintegrasi dengan pengelolaan keuangan digital. 

Jika dulu menabung untuk berangkat ke Tanah Suci dilakukan secara konvensional dan sering tercampur dengan kebutuhan lain, kini nasabah perbankan syariah mulai memanfaatkan fitur khusus yang dirancang lebih terstruktur. 

Tren ini terlihat jelas pada layanan yang dihadirkan oleh PT Bank Jago Tbk melalui Unit Usaha Syariah mereka, Jago Syariah. Hingga saat ini, lebih dari 40 ribu nasabah tercatat telah memulai perencanaan ibadah ke Tanah Suci dengan memanfaatkan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah. 

Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan spiritual secara matang, bukan hanya dari sisi niat, tetapi juga kesiapan finansial.

“Data internal kami menunjukkan adanya tren kenaikan yang terkait dengan kegiatan ibadah (perencanaan keuangan/transaksi untuk ibadah), terutama mempersiapkan ibadah haji atau umrah,” kata Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja.

Berikut ulasan lengkap mengenai perkembangan fitur tersebut dan respons nasabah terhadap layanan perencanaan ibadah digital ini.

Antusiasme Nasabah Pada Fitur Kantong Haji Dan Umrah

Waasi menjelaskan bahwa fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah baru diluncurkan pada Oktober 2025. Fitur ini berupa template khusus untuk tabungan haji dan umrah yang memungkinkan nasabah memisahkan serta mengalokasikan dana sesuai tujuan keuangan secara lebih terstruktur.

Dengan adanya pemisahan dana berbasis tujuan, nasabah dapat lebih disiplin dalam menabung tanpa khawatir dana tersebut terpakai untuk kebutuhan lain. Sistem ini juga membantu pengguna memantau progres tabungan secara transparan melalui aplikasi.

Meski baru diperkenalkan beberapa bulan lalu, animo nasabah terhadap fitur tersebut terbilang tinggi. Sejak diluncurkan hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 16.000 nasabah telah membuat Kantong Haji dan 20.000 nasabah membuka Kantong Umrah.

Capaian ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan solusi perencanaan ibadah berbasis digital semakin relevan, khususnya di kalangan masyarakat yang aktif menggunakan layanan perbankan berbasis aplikasi.

Pola Penggunaan Fitur Selama Ramadan

Momentum Ramadan turut memengaruhi pola penggunaan fitur di Jago Syariah. Waasi menyebutkan bahwa selama dua pekan pertama Ramadan ini, terdapat sekitar 142.000 nasabah yang tercatat lebih aktif menggunakan berbagai fitur kantong untuk kebutuhan religius.

Dalam periode tersebut, Kantong Haji dan Umrah menempati urutan keempat dari sisi penggunaan. Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun fokus utama Ramadan cenderung pada kebutuhan jangka pendek, minat terhadap perencanaan ibadah jangka panjang tetap signifikan.

Adapun urutan pertama ditempati oleh kantong perencanaan dana kurban, disusul kebutuhan Ramadan dan THR di posisi kedua, serta zakat, sedekah, dan infak di posisi ketiga.

Waasi menyampaikan bahwa peringkat tersebut bersifat situasional karena pengambilan data dilakukan pada momentum Ramadhan, sehingga komposisinya berpotensi berubah pada periode berbeda.

Meski begitu, ujar dia, kondisi ini menunjukkan bahwa nasabah Jago Syariah semakin terencana dalam mengelola keuangan.

Perencanaan Jangka Panjang Dan Fitur Kantong Bersama

Menurut Waasi, nasabah tidak hanya mempersiapkan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mulai merencanakan kebutuhan jangka panjang secara lebih sistematis. Hal ini tercermin dari konsistensi pembukaan Kantong Haji dan Umrah meskipun belum memasuki musim keberangkatan.

Menariknya, imbuh Waasi, sekitar 5 persen dari kantong yang digunakan untuk kebutuhan religius tersebut merupakan kantong bersama.

Fitur ini memungkinkan lebih dari satu pengguna mengelola dana dalam satu kantong yang sama, misalnya untuk merencanakan ibadah umrah secara kolektif.

Kehadiran kantong bersama memberi fleksibilitas bagi keluarga atau kelompok untuk menabung secara gotong royong. Konsep ini sejalan dengan semangat kebersamaan dalam merencanakan ibadah, sekaligus memudahkan transparansi kontribusi masing-masing anggota.

Pendekatan kolaboratif ini menjadi nilai tambah karena ibadah seperti umrah kerap direncanakan bersama pasangan, orang tua, atau anggota keluarga lain.

Lonjakan Transaksi Amal Dan Pertumbuhan Nasabah

Selain perencanaan haji dan umrah, Jago Syariah juga mencatat peningkatan signifikan pada transaksi sosial selama Ramadan. Pada periode Ramadhan yang telah berjalan sekitar dua pekan, transaksi sedekah dan amal meningkat hingga 250 persen.

Lebih dari 68 persen nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha, dan 53 persen dari transaksi sedekah ditujukan untuk memuliakan anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.

Data ini memperlihatkan bahwa aktivitas keuangan religius tidak hanya terpusat pada tabungan ibadah, tetapi juga pada praktik berbagi yang meningkat selama bulan suci.

Secara keseluruhan, hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut menandakan bahwa layanan perbankan syariah berbasis digital semakin diterima luas oleh masyarakat. Integrasi antara fitur perencanaan, kemudahan transaksi, dan fleksibilitas pengelolaan dana menjadi faktor pendorong utama.

Dengan tren yang terus meningkat, fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah bukan sekadar alat menabung, melainkan bagian dari transformasi cara masyarakat mempersiapkan perjalanan spiritual. Perencanaan yang rapi, transparan, dan berbasis tujuan membantu nasabah mewujudkan niat ibadah dengan lebih terukur dan terencana.

Terkini