Pemerintah Tingkatkan Peternakan Nasional Lewat Impor Sapi Brasil

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:08:45 WIB
Pemerintah Tingkatkan Peternakan Nasional Lewat Impor Sapi Brasil

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem peternakan sapi nasional melalui pembangunan peternakan terpadu sekaligus menambah pasokan sapi impor. 

Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan pangan dan susu nasional, sekaligus mendorong ketahanan produksi daging dan susu di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dalam upaya ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah bakal mengimpor antara 50.000 hingga 100.000 ekor sapi dari Brasil sebagai bagian dari pembangunan ekosistem peternakan modern. 

Proyek tersebut akan menyasar lima lokasi strategis di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat, Ponorogo, Jawa Timur, dan Indramayu, Jawa Barat.

ImpOr Sapi untuk Mendukung Produksi Nasional

Langkah impor sapi dari Brasil dipandang penting untuk menambah stok ternak yang akan dikembangkan di peternakan modern. “Yang jelas Brasil sudah ada datang dari Brasil untuk sapi ya. Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor,” kata Amran.

Hingga kini, sebagian sapi dari Brasil sudah tiba di tanah air. Meski Amran tidak merinci proporsi untuk produksi susu atau daging, sapi-sapi ini akan menjadi bagian dari ekosistem peternakan terpadu yang menyiapkan sapi untuk kebutuhan konsumsi dan industri susu.

 Selain Brasil, pemerintah juga mempertimbangkan impor sapi dari negara lain untuk memastikan pasokan tetap stabil.

Proyek ini mendapat dorongan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya membangun peternakan terpadu untuk memenuhi kebutuhan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memastikan stabilitas pasokan daging.

Pembangunan Peternakan Terpadu di Berbagai Daerah

Pemerintah menargetkan pembangunan peternakan sapi di lima lokasi, salah satunya Nusa Tenggara Barat. Tahap pembangunan sudah dimulai dengan groundbreaking dan persiapan fasilitas pendukung. Selain NTB, lokasi lain termasuk Ponorogo, Jawa Timur, dan Indramayu, Jawa Barat.

Peternakan ini akan mengelola total sekitar 67.000 ekor sapi, sebagian merupakan sapi perah. Fasilitas peternakan akan lengkap mulai dari kandang, pabrik pakan, hingga lahan rumput untuk pakan ternak. Amran menjelaskan, “Pakannya disiapkan, ada sapi kan, sapi perah.”

Proyek ini menggunakan dana dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan nilai total sekitar Rp 2,4 triliun untuk membangun peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas ternak, sekaligus mendorong kemandirian nasional dalam sektor peternakan sapi.

Produksi Susu dan Daging untuk Mendukung MBG

Salah satu fokus utama proyek ini adalah mendukung program MBG, yang membutuhkan pasokan susu segar dalam jumlah besar. Pemerintah menargetkan produksi mencapai 3 juta liter susu per hari melalui lahan peternakan seluas 500.000 hektar.

Dengan kapasitas produksi ini, peternakan tidak hanya akan memenuhi kebutuhan program MBG, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan nasional dan pasokan daging sapi. 

Pendekatan hulu-ke-hilir mencakup penyediaan pakan, manajemen kesehatan ternak, serta integrasi pengolahan susu dan daging untuk menjamin kualitas produk.

Selain itu, pembangunan peternakan terpadu ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak lokal, serta menjadi model pengembangan ekosistem peternakan berkelanjutan di Indonesia.

Strategi Jangka Panjang untuk Kemandirian Peternakan

Langkah impor sapi dan pembangunan peternakan modern ini merupakan bagian dari strategi pemerintah jangka panjang untuk menciptakan ekosistem peternakan yang mandiri. 

Pemerintah berkomitmen untuk memperluas kapasitas peternakan, memastikan ketersediaan pakan, dan membangun fasilitas produksi susu dan daging yang efisien.

Dengan mengintegrasikan semua aspek peternakan, mulai dari pengadaan ternak, pakan, kandang, hingga pengolahan, pemerintah berharap Indonesia tidak lagi bergantung pada impor daging atau susu dalam jumlah besar. Strategi ini juga bertujuan menurunkan fluktuasi harga, menjaga stabilitas pasokan, serta memastikan ketersediaan produk berkualitas untuk masyarakat.

Selain itu, proyek ini diharapkan menjadi pilot project yang bisa direplikasi di wilayah lain, membuka peluang investasi swasta, dan memperkuat sinergi antara pemerintah, BPI, dan pelaku usaha peternakan. Dengan demikian, Indonesia bisa membangun ekosistem peternakan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Terkini