4 Direksi Astra Kompak Borong Saham ASII Rp21,44 Miliar

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:03:13 WIB
4 Direksi Astra Kompak Borong Saham ASII Rp21,44 Miliar

JAKARTA - Pergerakan saham emiten otomotif kerap menjadi sorotan pelaku pasar, terlebih ketika aksi beli datang langsung dari jajaran manajemen puncaknya. 

Langkah para direksi menambah kepemilikan sering dimaknai sebagai sinyal keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Situasi inilah yang terlihat pada transaksi terbaru di saham PT Astra International Tbk (ASII).

Empat direksi PT Astra International Tbk. (ASII) terpantau kompak menambah porsi kepemilikan saham mereka di perusahaan raksasa otomotif ini dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,44 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), empat orang direksi yang melaporkan penambahan unit dengan tujuan investasi adalah FXL Kesuma, Gidion Hasan, Thomas Junaidi Alim, dan Gita Tiffani.

Berdasarkan perhitungan, total dana yang digelontorkan oleh keempat direksi tersebut mencapai Rp21,44 miliar. Angka ini berasal dari akumulasi pembelian sebanyak 3,26 juta lembar saham sepanjang 27 Februari hingga 2 Maret 2026.

Aksi Borong Saham Oleh Direksi Astra

Transaksi terbesar dicatatkan oleh FXL Kesuma dengan nilai pembelian mencapai Rp10,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menyerok 1,6 juta saham melalui dua tahap pembelian di level harga Rp6.550 hingga Rp6.600 per lembar.

Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan FXL Kesuma di ASII meningkat dari semula 2,2 juta unit (0,0054%) menjadi 3,8 juta unit saham (0,0094%).

Langkah serupa diikuti Gidion Hasan yang menyerap 700.000 lembar saham pada 27 Februari 2026. Dengan harga pelaksanaan Rp6.631 per saham, Gidion mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp4,64 miliar untuk transaksi tersebut.

Kini, Gidion mendekap 6,76 juta unit saham ASII atau setara 0,0167%. Penambahan ini mempertegas posisinya sebagai salah satu pemegang saham dari jajaran direksi dengan jumlah koleksi terbesar.

Penambahan Kepemilikan Dan Skema Transaksi

Selanjutnya, Gita Tiffani Boer melaporkan pembelian sebanyak 500.000 lembar saham ASII di harga Rp6.613 per saham. Untuk menambah koleksinya, Gita mengeluarkan dana investasi sebesar Rp3,30 miliar. Alhasil, kepemilikan saham Gita naik dari 2,31 juta unit menjadi 2,81 juta unit saham (0,007%).

Terakhir, Thomas Junaidi Alim terpantau menyerok 462.400 lembar saham ASII di harga Rp6.475 per saham pada 2 Maret 2026. Nilai transaksi yang dikeluarkan Thomas mencapai Rp2,99 miliar.

Seluruh transaksi ini dilaporkan menggunakan skema pembelian tidak langsung melalui skema pasar reguler. Aksi kolektif tersebut menunjukkan konsistensi jajaran direksi dalam menempatkan dana pribadi mereka pada saham perusahaan yang dipimpin.

Program Buyback Perkuat Stabilitas Saham

Dalam perkembangan lain, ASII tercatat merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp684,97 miliar dalam periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026.

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Berdasarkan laporan hasil pembelian kembali saham tertanggal 25 Februari 2026, ASII telah menyerap sebanyak 104.850.800 lembar saham dengan total nilai Rp684.972.984.388.

Nilai tersebut setara 34,24% dari alokasi maksimal dana buyback sebesar Rp2 triliun yang sebelumnya diumumkan perseroan. Corporate Secretary ASII Gita Tiffani Boer mengatakan realisasi tersebut merupakan bagian dari program pembelian kembali saham yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 15 Januari 2026.

“Selama Periode Pembelian Kembali Saham, Perseroan telah melakukan Pembelian Kembali Saham sebanyak 104.850.800 lembar saham dengan nilai keseluruhan Rp684.972.984.388,” ujar Gita dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, manajemen ASII mengalokasikan dana maksimal Rp2 triliun untuk buyback. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, serta porsi saham free float setelah buyback tetap paling sedikit 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.

Sinyal Keyakinan Terhadap Prospek Jangka Panjang

Kombinasi aksi beli oleh direksi dan realisasi buyback memperlihatkan upaya internal dalam menjaga kepercayaan pasar.

Langkah tersebut sering diartikan sebagai refleksi keyakinan manajemen terhadap fundamental serta prospek bisnis perusahaan ke depan. Di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif, strategi ini menjadi salah satu instrumen menjaga persepsi positif investor.

Dengan total akumulasi pembelian direksi mencapai Rp21,44 miliar dan progres buyback yang telah menembus lebih dari sepertiga alokasi dana, ASII menunjukkan langkah simultan antara aksi individu manajemen dan kebijakan korporasi. Sinergi keduanya menjadi bagian dari strategi mempertahankan stabilitas sekaligus memperkuat struktur kepemilikan saham di tengah pergerakan pasar yang dinamis.

Jadwal dan nilai transaksi yang dilaporkan secara terbuka di BEI menegaskan komitmen transparansi perseroan. Di saat yang sama, pasar akan terus mencermati perkembangan lanjutan baik dari sisi realisasi buyback maupun potensi aksi korporasi berikutnya.

Terkini