Menteri PU: Kesiapan Jalan Nasional di Jawa Timur Dukung Arus Mudik

Senin, 02 Maret 2026 | 10:59:46 WIB
Menteri PU: Kesiapan Jalan Nasional di Jawa Timur Dukung Arus Mudik

JAKARTA - Menjelang Lebaran 2026, kesiapan infrastruktur jalan di Jawa Timur menjadi perhatian utama bagi Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, Menteri PU Dody Hanggodo memastikan bahwa jalan nasional di wilayah tersebut akan aman dan nyaman digunakan oleh para pemudik, terutama pengendara sepeda motor.

Perbaikan dan pemeliharaan jalan nasional di Jawa Timur

Sebagai salah satu provinsi yang memiliki panjang jalan nasional cukup besar, yaitu 2.261,68 km yang tersebar dalam 358 ruas, Jawa Timur memiliki tantangan tersendiri dalam mempersiapkan infrastruktur jalan menjelang arus mudik. 

Dengan total panjang jembatan 34.807,36 meter yang mendukung jalur-jalur tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan perbaikan dan peningkatan untuk menjaga kondisi jalan tetap dalam keadaan optimal.

Dody Hanggodo menegaskan bahwa mayoritas ruas jalan nasional di Jawa Timur berada dalam kondisi baik dan sedang dengan tingkat kemantapan di atas 80 persen. 

Meskipun begitu, perbaikan masih terus dilakukan, terutama untuk menangani titik-titik yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, seperti lubang jalan yang masih terdapat pada 826 titik yang sedang dalam proses perbaikan. Sebanyak 13.306 titik lubang telah tertangani dari total 14.132 titik yang terdata.

Titik rawan dan upaya mitigasi kecelakaan

Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas selama arus mudik, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah mengidentifikasi beberapa titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur. 

Beberapa ruas yang menjadi perhatian adalah ruas jalan yang membentang dari batas Kota Bangkalan hingga Kabupaten Sampang, serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi.

“Di titik-titik ini, kami telah memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Dody.

 Selain itu, langkah-langkah seperti penambahan rambu peringatan juga dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan para pengendara.

Pentingnya peningkatan keselamatan di jalan juga didorong oleh penanganan marka jalan yang terus dipercepat menjelang mudik. Pekerjaan ini dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak, terutama pada ruas-ruas jalan yang berpotensi padat kendaraan.

Penanganan bencana alam dan cuaca ekstrem

Selain mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan, Kementerian Pekerjaan Umum juga memperhatikan potensi bencana alam, terutama banjir dan longsor yang kerap terjadi pada musim hujan. 

Ruas-ruas jalan seperti Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta ruas perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Lumajang, menjadi perhatian khusus. Pada beberapa titik, termasuk segmen Turen Km 54+500 hingga Km 60+150, potensi longsor cukup besar, terutama saat hujan deras.

Untuk itu, personel dan peralatan telah disiapkan untuk respons cepat terhadap kemungkinan gangguan akibat cuaca ekstrem. Keberadaan posko jalur Lebaran yang tersebar di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur akan menjadi pusat pemantauan dan koordinasi terpadu selama masa mudik, memastikan segala bentuk gangguan dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Pentingnya koordinasi antara instansi terkait

Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menjaga kelancaran arus mudik di Jawa Timur. Selain Kementerian Pekerjaan Umum, instansi seperti kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berperan aktif dalam menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan. 

Dengan adanya kerja sama yang solid, Kementerian PU optimis bahwa arus mudik Lebaran 2026 akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Kesiapan infrastruktur dan koordinasi antar instansi menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Dengan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan, diharapkan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lancar dan aman, tanpa terganggu oleh masalah di jalan raya.

Terkini