JAKARTA - Upaya menghadirkan perjalanan pulang kampung yang ramah bagi semua kalangan kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta.
Tahun ini, program Mudik Bareng Teman Disabilitas kembali dibuka, memberi kesempatan bagi keluarga penyandang disabilitas untuk merayakan momen kebersamaan di kampung halaman dengan fasilitas yang telah disiapkan secara khusus. Program ini menyasar berbagai kota tujuan di Pulau Jawa seperti Solo, Yogyakarta, dan Klaten.
Kebijakan ini menjadi wujud komitmen menghadirkan layanan inklusif, sekaligus memastikan kelompok disabilitas memperoleh akses transportasi yang aman dan nyaman saat arus mudik.
Pelaksanaan program pun dirancang beriringan dengan agenda mudik gratis pemerintah daerah, sehingga suasana keberangkatan tetap terintegrasi dan tertib.
Komitmen Inklusif Untuk Perjalanan Mudik
Program ini secara resmi kembali digelar setelah diputuskan oleh jajaran pimpinan Baznas DKI. "Sudah diputuskan kami akan menyelenggarakan untuk mudik difabel dan non-difabel.
Tujuan mudiknya masih wilayah Pulau Jawa seperti Solo, Yogyakarta, Klaten, dan lainnya," kata Wakil Ketua IV Bidang SDM Baznas/Bazis DKI Jakarta, Prof. Bunyamin di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa cakupan program tidak hanya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga anggota keluarga non-difabel yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga. Skema ini dirancang agar perjalanan berlangsung bersama keluarga inti, sehingga rasa aman dan kenyamanan tetap terjaga selama perjalanan menuju kampung halaman.
Pendaftaran dibuka pada Rabu hingga 16 Maret 2026 melalui nomor WhatsApp 0857-7037-0243. Persyaratan yang harus dipenuhi meliputi fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta satu keluarga disabilitas yang tercantum di dalam satu KK.
Syarat Peserta Dan Kuota Keberangkatan
Ketentuan peserta dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Baznas DKI. "Terdiri dari satu ayah satu ibu dan anak anak," kata Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin.
Dengan ketentuan tersebut, program ini menitikberatkan pada keluarga inti agar proses pendataan dan pengaturan tempat duduk di dalam bus dapat dilakukan secara efektif. Selain itu, kebijakan ini juga membantu memastikan bahwa pendamping keluarga tersedia bagi anggota disabilitas selama perjalanan berlangsung.
Baznas DKI menetapkan disabilitas yang bisa ikut serta merupakan tuna netra, daksa tanpa kursi roda, dan tuli. Kriteria ini disesuaikan dengan kesiapan fasilitas transportasi yang tersedia, sehingga keamanan dan kenyamanan seluruh peserta tetap menjadi prioritas utama.
Untuk mudik gratis disabilitas tahun ini, disediakan empat bus dengan kuota sebanyak 70 KK. Jumlah bus pada tahun 2026, sama dengan tahun lalu. Dengan kuota tersebut, diharapkan puluhan keluarga dapat merasakan manfaat langsung dari program sosial tahunan ini.
Rute Perjalanan Jalur Utara Dan Selatan
Rute perjalanan dalam program Mudik Bareng Teman Disabilitas dibagi menjadi dua jalur utama, yakni jalur utara dan jalur selatan. Pembagian ini dilakukan guna mengakomodasi tujuan peserta yang tersebar di sejumlah kota di Pulau Jawa.
Jalur utara melintasi Jakarta - Indramayu - Cirebon - Tegal - Pemalang - Pekalongan - Semarang - Boyolali - Yogyakarta - Solo - Surabaya. Rangkaian kota tersebut menjadi jalur favorit pemudik yang menuju wilayah pesisir utara hingga Jawa Timur.
Sementara itu, jalur selatan meliputi Jakarta - Garut - Tasikmalaya - Banjar - Cilacap - Purwokerto - Purworejo - Yogyakarta - Solo - Surabaya. Jalur ini mengakomodasi pemudik yang tinggal di wilayah selatan Jawa dengan akses lintasan berbeda dari jalur pantura.
Pembagian dua rute tersebut diharapkan dapat meminimalkan kepadatan serta mempermudah koordinasi pemberhentian di titik-titik tertentu sesuai kebutuhan peserta. Setiap bus telah disiapkan untuk memastikan perjalanan berlangsung tertib dan terorganisasi.
Jadwal Keberangkatan Serentak Di Monas
Keberangkatan bus mudik akan dilakukan pada 17 Maret 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih karena menjadi titik kumpul strategis yang mudah dijangkau oleh peserta dari berbagai wilayah ibu kota.
Waktu pelepasan peserta dilakukan bersamaan dengan Program Mudik Gratis yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sinkronisasi jadwal ini bertujuan menciptakan efisiensi pengaturan lalu lintas serta memberikan suasana kebersamaan yang lebih luas bagi para pemudik.
Dengan kembali dibukanya pendaftaran ini, Baznas DKI menegaskan peran aktifnya dalam menghadirkan program sosial yang tidak hanya bersifat bantuan finansial, tetapi juga layanan langsung yang menyentuh kebutuhan mobilitas masyarakat.
Program Mudik Bareng Teman Disabilitas menjadi bukti bahwa akses perjalanan aman dan nyaman bagi penyandang disabilitas terus diupayakan secara berkelanjutan setiap tahunnya.