JAKARTA - Tangerang Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengutamakan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter yang baik. Hal ini ditandai dengan peresmian gedung pendidikan Ibnu Abbas BSD di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.
Gedung baru ini menjadi simbol upaya kolaboratif antara pemerintah kota dan lembaga pendidikan dalam menciptakan generasi masa depan yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki daya saing di dunia global.
Peresmian gedung ini dilakukan oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada Kamis, 12 Februari 2026. Benyamin menyatakan bahwa sekolah ini merupakan bagian penting dari usaha bersama untuk mempercepat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
"Peresmian gedung ini merupakan wujud nyata giat bersama dalam mempercepat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Tangerang Selatan," kata Benyamin.
Menjaga Keseimbangan antara Ilmu Pengetahuan dan Akhlak
Pendidikan di era disrupsi digital dan globalisasi menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, tapi juga penting untuk memperkuat nilai adab dan perilaku siswa. Wali Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tantangan zaman, pendidikan yang mencakup ilmu pengetahuan dan karakter adalah kebutuhan mendesak.
Benyamin menambahkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter siswa.
Dalam sambutannya, Benyamin juga menyentuh kasus pelecehan terhadap murid sekolah dasar di wilayah Tangerang Selatan yang beberapa waktu lalu sempat mencuat. Peristiwa tersebut, yang saat ini sedang dalam proses hukum, menjadi salah satu bahan evaluasi penting bagi peningkatan pembinaan tenaga pendidik.
"Selain membina murid, guru juga perlu bimbingan dan pengawasan yang intensif. Pendidikan adab, perilaku, dan nilai agama harus terus diperkuat untuk mengimbangi pendidikan intelektual anak-anak kita," ujar Benyamin.
Hal ini menjadi bagian dari langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjaga integritas tenaga pendidik di Tangerang Selatan.
Meningkatkan Kualitas Tenaga Pengajar dengan Pembinaan Berkelanjutan
Benyamin juga menyampaikan bahwa jumlah tenaga pengajar di Tangerang Selatan tergolong besar, sehingga diperlukan program pembinaan yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Dengan adanya pembinaan secara rutin, diharapkan kualitas pengajaran dan integritas tenaga pendidik dapat terus terjaga, dan para guru dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Tantangan tersebut tidak hanya mencakup aspek profesionalisme pengajaran, tetapi juga menyentuh kebutuhan untuk terus memperbarui dan memperkuat nilai-nilai moral dan karakter yang diajarkan kepada siswa.
Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya cerdas dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik yang dapat bermanfaat untuk masa depan bangsa.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua Warga Negara
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menyediakan pendidikan bermutu bagi seluruh warga negara.
"Undang-undang Sisdiknas itu memberikan kita dua pesan penting, yang pertama adalah pemenuhan hak pendidikan semua warga negara yang disebut dengan education for all, dan kedua pelayanan pendidikan yang diberikan itu adalah yang bermutu, berkualitas atau yang diberikan itu bukan asal-asalan," ujar Abdul Mu’ti.
Mu’ti menjelaskan bahwa untuk memastikan mutu pendidikan yang merata, pemerintah terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai jalur, baik formal, informal, maupun nonformal. Namun, ia mengakui bahwa masih ada tantangan besar dalam mengatasi angka anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah, khususnya antara tingkat SMP dan SMA.
Angka putus sekolah tersebut cenderung meningkat dari waktu ke waktu, yang menunjukkan bahwa masih ada masalah yang perlu diatasi dalam sistem pendidikan Indonesia.
Pemerintah, lanjut Mu’ti, tidak hanya fokus pada pendidikan formal melalui sekolah-sekolah negeri dan swasta, tetapi juga terus memperkuat pendekatan pembelajaran nonformal dan informal untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang belum tersentuh oleh sistem pendidikan formal.
"Karena itu adalah amanat Undang-Undang Sisdiknas dan karena tidak semua orang bisa belajar di sekolah formal," ujar Mu’ti.
Oleh karena itu, program-program nonformal juga penting untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Membangun Masa Depan Pendidikan yang Lebih Baik
Peresmian sekolah baru di Tangerang Selatan ini adalah langkah kecil yang sangat berarti dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
Melalui pendekatan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan karakter, diharapkan dapat terlahir generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan akhlak yang kuat. Pendidikan yang berbasis pada karakter akan menghasilkan individu yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bertindak dan berinteraksi dengan masyarakat.
Dengan terus memperkuat ekosistem pendidikan yang holistik, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan nilai-nilai luhur yang membentuk jati diri bangsa.
Keberlanjutan program pendidikan ini juga sangat bergantung pada peran serta semua pihak, baik pemerintah, pendidik, masyarakat, dan orang tua, dalam menjaga dan mengembangkan kualitas pendidikan di Tanah Air.