Kinerja Digital BNI Tingkatkan Daya Saing dan Inklusi Keuangan

Jumat, 13 Februari 2026 | 10:57:03 WIB
Kinerja Digital BNI Tingkatkan Daya Saing dan Inklusi Keuangan

JAKARTA - Keberhasilan transformasi digital yang dijalankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali mendapat apresiasi dari anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Nadjib. 

Dalam keterangan pers yang dirilis pada Kamis ia menyoroti pencapaian luar biasa BNI dalam meningkatkan jumlah pengguna aplikasi Wondr by BNI sebesar 14,8 persen secara tahunan. 

Angka ini dianggap sebagai indikator positif yang mencerminkan daya saing BNI sebagai bank milik negara (BUMN), yang semakin kuat di tengah persaingan ketat industri perbankan nasional, khususnya dalam layanan berbasis digital.

Nadjib menyampaikan, angka pertumbuhan tersebut menunjukkan kemampuan BNI dalam beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan pasar. 

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa BNI mampu bersaing secara sehat dengan bank swasta dalam proses transformasi digital. 

“BNI melalui Wondr by BNI memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Transformasi digital ini menjadi bukti nyata bahwa BNI tidak hanya mampu mengikuti tren, tetapi juga memimpin dalam layanan perbankan digital,” ujar Nadjib.

Transformasi Digital, Keberlanjutan, dan Inovasi Layanan Perbankan

Dalam pandangannya, pertumbuhan jumlah pengguna digital bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan transformasi digital sebuah bank. Menurut Nadjib, sejumlah faktor lain juga harus diperhatikan untuk menilai keberlanjutan transformasi ini. 

“Tingkat keaktifan pengguna, retensi, kepuasan nasabah, dan efisiensi operasional digital adalah indikator penting lainnya yang harus diperhatikan dalam menilai kinerja digital banking,” ungkapnya.

Namun demikian, Nadjib tetap mengapresiasi langkah strategis BNI dalam memperkuat posisi digital banking-nya melalui Wondr by BNI. Dengan dukungan transformasi digital, bank BUMN ini berhasil memperkuat daya saing, yang berpotensi memperluas jangkauan layanan perbankan. 

Peningkatan jumlah pengguna aplikasi ini, lanjut Nadjib, juga berimplikasi pada agenda besar terkait inklusi keuangan yang semakin mendapat perhatian di Indonesia.

Penguatan Platform Digital sebagai Katalis Inklusi Keuangan

Pengembangan layanan digital oleh BNI melalui aplikasi Wondr by BNI berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan. Di tengah perubahan pola perilaku nasabah yang semakin mengandalkan teknologi dalam transaksi keuangan, aplikasi digital ini membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh produk dan layanan perbankan. 

Sebelumnya, banyak segmen masyarakat yang belum terjangkau oleh sistem perbankan tradisional kini memiliki kesempatan untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih mudah, cepat, dan efisien.

“Dengan penetrasi layanan digital yang meningkat, masyarakat, termasuk di wilayah perdesaan, semakin terbuka aksesnya terhadap produk dan layanan perbankan. Hal ini mendorong terjadinya pemerataan layanan keuangan di Indonesia,” kata Nadjib. 

Menurutnya, digitalisasi memungkinkan berbagai transaksi seperti pembukaan rekening, pengajuan pinjaman, hingga akses pembiayaan dilakukan secara lebih mudah tanpa dibatasi oleh jarak atau lokasi.

Mendukung Pembiayaan Sektor Produktif dan Keamanan Sistem Digital

Selain berfokus pada daya saing dan inklusi keuangan, Nadjib juga menyoroti pentingnya peran BNI dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Sebagai bank milik negara, BNI memiliki mandat untuk mendukung perekonomian Indonesia, dan transformasi digital ini diharapkan mampu disinergikan dengan perluasan pembiayaan UMKM. 

Nadjib percaya bahwa dengan basis digital yang semakin kuat, BNI akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM yang selama ini terbatas aksesnya.

Namun demikian, Nadjib mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital perbankan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan pengguna atau ekspansi layanan. Keamanan sistem menjadi faktor penting yang harus terus dijaga. 

Dalam industri digital banking, menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keamanan dan perlindungan data pribadi menjadi kunci. Nadjib menegaskan, untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan industri ini, perlindungan konsumen harus menjadi prioritas utama.

“Keamanan siber dan perlindungan data pribadi adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kepercayaan nasabah harus terus dijaga agar ekosistem digital dapat berkembang dengan baik,” ujar Nadjib. 

Ia menambahkan bahwa penguatan sistem keamanan juga harus seiring dengan pengembangan inovasi layanan, sehingga BNI dapat terus mempertahankan posisi kompetitifnya di pasar digital banking.

Kinerja Digital BNI: Momentum untuk Meningkatkan Ekosistem Perbankan Digital

Dengan pertumbuhan jumlah pengguna Wondr by BNI yang konsisten sebesar 14,8 persen secara tahunan, BNI menunjukkan bahwa upaya transformasi digital mereka tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memperkuat posisinya di pasar. 

Dalam persaingan yang semakin ketat antara bank milik negara, bank swasta, dan fintech, inovasi dalam layanan digital menjadi faktor penentu untuk mempertahankan relevansi.

Ke depan, BNI berpotensi untuk terus meningkatkan jangkauan layanan digital, mempercepat pembiayaan UMKM, serta mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Menurut Nadjib, integrasi digital banking dengan sektor produktif dapat mempercepat proses penyaluran kredit dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Selain itu, penggunaan teknologi digital dapat memperluas cakupan layanan, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh sistem perbankan tradisional.

Dengan langkah-langkah ini, BNI tidak hanya berperan penting dalam membangun ekosistem perbankan digital yang lebih kuat, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Terkini