KPR BCA Diproyeksikan Stabil Tumbuh Didukung Insentif Properti Nasional

Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:46:39 WIB
KPR BCA Diproyeksikan Stabil Tumbuh Didukung Insentif Properti Nasional

JAKARTA - Pergerakan sektor properti sepanjang beberapa tahun terakhir menunjukkan ketahanan yang menarik di tengah tekanan ekonomi dan perubahan daya beli masyarakat. 

Kredit pemilikan rumah (KPR), sebagai salah satu pilar utama pembiayaan konsumsi, tetap menjadi indikator penting untuk membaca optimisme industri perbankan. 

Memasuki 2026, stabilitas permintaan KPR dinilai masih terjaga, bahkan berpotensi tumbuh seiring dukungan kebijakan pemerintah dan inovasi layanan perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan permintaan KPR akan tetap stabil pada 2026, meskipun sepanjang 2025 sektor properti menghadapi berbagai tantangan. Dukungan kebijakan serta penguatan strategi internal bank menjadi faktor yang menjaga ketahanan pembiayaan perumahan di tengah dinamika ekonomi.

SVP Consumer Loan BCA Melani Megawati menjelaskan bahwa selama 2025 industri KPR sempat mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang memengaruhi kemampuan masyarakat mengambil kredit. 

Situasi tersebut turut mendorong peningkatan rasio kredit bermasalah di tingkat industri. Namun demikian, portofolio KPR BCA masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid.

Hingga akhir 2025, baki debet KPR BCA tercatat sekitar Rp142,3 triliun. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di kisaran 1,7%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan. Capaian ini menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mengelola risiko secara hati-hati.

Strategi Penguatan Kualitas Kredit Nasabah

Untuk mempertahankan kinerja tersebut, BCA menempatkan analisis calon debitur sebagai prioritas utama. Melani menyebut penguatan pendekatan know your customer (KYC) dilakukan secara lebih komprehensif guna memastikan kemampuan bayar nasabah sejak awal proses pengajuan kredit.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menekan potensi kredit bermasalah, tetapi juga menjaga keberlanjutan pertumbuhan portofolio KPR. Dengan seleksi debitur yang lebih terukur, bank dapat menyalurkan pembiayaan secara lebih sehat tanpa mengorbankan ekspansi bisnis.

Dukungan Kebijakan dan Program Perumahan

Memasuki 2026, optimisme terhadap stabilitas permintaan KPR turut didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah. Insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti serta pembangunan infrastruktur dinilai mampu mendorong munculnya kawasan hunian baru dan memperluas akses kepemilikan rumah.

Sejak Oktober 2025, BCA juga meluncurkan produk KPR subsidi guna mendukung program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Inisiatif ini diharapkan memperluas inklusi pembiayaan sekaligus menjadi sumber pertumbuhan baru bagi kredit perumahan.

Preferensi Konsumen dan Peta Permintaan Hunian

Dari sisi pasar, rumah dengan harga hingga sekitar Rp2 miliar masih menjadi segmen yang paling diminati. Permintaan terbesar berasal dari wilayah penyangga Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi, yang berkembang pesat sebagai kawasan hunian baru.

Mayoritas pembelian tetap didominasi hunian residensial dengan porsi sekitar 70% dibandingkan properti komersial. Pola ini menegaskan bahwa kebutuhan tempat tinggal masih menjadi prioritas utama masyarakat, sehingga KPR tetap relevan sebagai motor pertumbuhan kredit konsumer.

Target Pertumbuhan dan Inovasi Layanan Digital

BCA menargetkan pertumbuhan KPR sekitar 6%–7% pada 2026. Target tersebut dinilai sejalan dengan prospek ekonomi, keberlanjutan insentif pemerintah, serta kebutuhan hunian yang tetap kuat. Perseroan juga optimistis sektor properti akan terus menjadi salah satu penggerak utama kredit konsumer.

Untuk mendorong penyaluran, berbagai program promosi disiapkan, termasuk penawaran bunga mulai dari 1,69% serta diskon biaya provisi dan asuransi jiwa pada momentum pameran BCA Expoversary 2026. Selain itu, bank menawarkan skema bunga tetap berjenjang yang dapat disesuaikan dengan kondisi finansial nasabah.

Transformasi digital turut menjadi fokus pengembangan layanan. Melalui platform rumahsaya.bca.co.id, nasabah dapat mencari properti, melakukan simulasi kredit, hingga memantau proses pengajuan KPR secara end-to-end. Kemudahan ini diharapkan meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus mempercepat proses pembiayaan.

Dengan kombinasi strategi manajemen risiko, dukungan kebijakan pemerintah, serta inovasi layanan digital, prospek KPR pada 2026 dinilai tetap positif. Stabilitas permintaan yang terjaga memberi ruang bagi perbankan untuk terus memperluas pembiayaan perumahan secara sehat dan berkelanjutan.

Terkini