KAI Layani 47,4 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06:06 WIB
KAI Layani 47,4 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali

JAKARTA - Pertumbuhan mobilitas masyarakat sepanjang tahun 2025 tidak hanya tercermin dari meningkatnya jumlah perjalanan, tetapi juga dari bagaimana moda transportasi mampu mengelola dampak lingkungannya. 

Di tengah kebutuhan perjalanan antarkota yang terus meningkat, kereta api tetap menunjukkan perannya sebagai transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan. 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kinerja layanan Kereta Api Jarak Jauh dengan capaian volume penumpang yang besar, sekaligus emisi karbon yang tetap terkendali.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan transportasi berbasis rel mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat dan menjaga komitmen terhadap pengendalian emisi karbon. 

Data operasional sepanjang tahun menunjukkan bahwa efisiensi energi menjadi salah satu keunggulan utama moda kereta api dibandingkan transportasi darat lainnya.

Kinerja Angkutan Kereta Api Jarak Jauh

Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia melayani sebanyak 47,4 juta pelanggan Kereta Api Jarak Jauh. Dari aktivitas perjalanan tersebut, total emisi karbon yang dihasilkan tercatat sebesar 127.315.192 kilogram ekuivalen karbon dioksida. Angka ini mencerminkan karakteristik emisi yang terkelola dengan baik meskipun jumlah penumpang terus meningkat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan mobilitas masyarakat. Menurut dia, kereta api dirancang sebagai transportasi massal berkapasitas besar yang mengedepankan efisiensi energi sehingga mendukung upaya pengurangan emisi karbon sektor transportasi.

“Perbandingan ini menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi berpengaruh besar terhadap akumulasi emisi karbon sektor transportasi. Dengan jumlah pelanggan yang besar, pemanfaatan kereta api membantu menjaga emisi tetap lebih terkendali dibandingkan moda lain,” ujar Anne.

Pencapaian ini menegaskan peran strategis kereta api sebagai moda utama perjalanan antarkota yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga ramah lingkungan.

Perbandingan Emisi Antar Moda Transportasi

KAI juga memaparkan gambaran perbandingan emisi karbon apabila seluruh perjalanan antarkota tersebut menggunakan moda transportasi lain. 

Total emisi karbon diperkirakan mencapai sekitar 386,4 juta kilogram jika seluruh pelanggan menggunakan armada bus antarkota. Angka tersebut akan melonjak signifikan hingga sekitar 2.716,3 juta kilogram apabila perjalanan dilakukan dengan kendaraan pribadi.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa peralihan pilihan moda transportasi memiliki dampak besar terhadap akumulasi emisi karbon nasional. Dengan karakteristik angkutan massal yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar, kereta api memberikan kontribusi nyata dalam menekan laju emisi dibandingkan moda berbasis kendaraan individu.

Sepanjang tahun 2025, total aktivitas perjalanan Kereta Api Jarak Jauh setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang kilometer berdasarkan data operasional. 

Dari aktivitas tersebut, total emisi karbon tercatat sekitar 127,3 ribu ton dalam satu tahun operasional penuh. Besaran ini menggambarkan efisiensi moda berbasis rel yang mampu membagi emisi ke lebih banyak pengguna perjalanan antarkota.

Efisiensi Energi Moda Berbasis Rel

Efisiensi energi menjadi faktor utama yang membuat emisi kereta api relatif lebih terkendali. Kapasitas angkut yang tinggi serta pola perjalanan yang terjadwal memungkinkan konsumsi energi digunakan secara optimal. Emisi yang dihasilkan dari satu perjalanan dapat dimanfaatkan oleh ratusan penumpang dalam satu rangkaian kereta.

Karakteristik ini membuat kereta api menjadi salah satu solusi transportasi berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat. Selain mengurangi kemacetan di jalan raya, pemanfaatan transportasi massal berbasis rel juga berkontribusi pada upaya pengendalian emisi karbon secara sistemik.

Besaran emisi yang tercatat sepanjang tahun operasional menggambarkan bahwa kereta api mampu mempertahankan keseimbangan antara volume layanan dan dampak lingkungan. Hal ini menjadi landasan penting bagi pengembangan sistem transportasi nasional yang lebih hijau dan efisien.

Komitmen KAI Terhadap Transportasi Berkelanjutan

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu menambahkan bahwa perusahaan terus mendorong peningkatan efisiensi operasional. Upaya tersebut diarahkan agar pertumbuhan layanan Kereta Api Jarak Jauh tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Melalui pengelolaan layanan Kereta Api Jarak Jauh yang konsisten dan terukur, KAI berkomitmen mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, serta berorientasi pada pengendalian emisi karbon, seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Wisnu.

Komitmen ini diwujudkan melalui pengelolaan operasional yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan perjalanan, pemanfaatan energi secara efisien, hingga peningkatan layanan kepada pelanggan. 

Dengan pendekatan tersebut, KAI berupaya memastikan bahwa pertumbuhan jumlah penumpang tidak berbanding lurus dengan peningkatan emisi karbon.

Ke depan, peran kereta api diharapkan semakin strategis dalam mendukung kebijakan transportasi nasional yang ramah lingkungan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan mobilitas, kereta api menjadi contoh bahwa transportasi massal dapat menjadi solusi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB