Saudi Izinkan Asing Beli Properti Mekah Madinah untuk Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:56:13 WIB
Saudi Izinkan Asing Beli Properti Mekah Madinah untuk Indonesia

JAKARTA - Kebijakan kepemilikan properti di dua kota suci umat Islam memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya, Kerajaan Arab Saudi secara resmi membuka peluang bagi pihak asing untuk memiliki properti di Mekah dan Madinah. 

Keputusan ini menjadi momentum penting, terutama bagi Indonesia yang disebut sebagai negara pertama yang mendapat kesempatan tersebut.

Perubahan aturan ini tidak hanya berdampak pada sektor investasi, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan fasilitas haji dan umrah Indonesia di Tanah Suci. 

Pemerintah menilai kebijakan tersebut sebagai hasil dari hubungan diplomatik yang intens dan berkelanjutan antara Indonesia dan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Kebijakan Baru Arab Saudi untuk Properti Asing

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah meneken aturan yang memperbolehkan pihak asing memiliki properti di Mekah dan Madinah. 

Kebijakan ini menjadi terobosan besar, mengingat selama ini kepemilikan asing hanya diperbolehkan di sejumlah kota lain seperti Riyadh dan Jeddah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang memperoleh kesempatan membeli properti di dua kota suci tersebut. Keputusan ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan pemerintah Arab Saudi terhadap Indonesia, khususnya dalam pengelolaan jemaah haji dan umrah.

"Alhamdulillah kemarin Minggu yang lalu ya pemerintah Saudi Arabia juga sudah memberikan suatu keputusan resmi bahwa asing sudah bisa membeli properti tanah hotel dan sebagainya di Mekah dan Madinah, dulu kan enggak, kalau di Riyadh boleh, Jeddah boleh, tapi Mekah dan Madinah itu memang selama ini tertutup," kata Nasaruddin Umar.

Dengan adanya aturan baru ini, peluang investasi Indonesia di sektor perhotelan dan kawasan penunjang ibadah haji dinilai semakin terbuka. Pemerintah pun mulai mempersiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan kesempatan tersebut.

Peran Diplomasi Presiden Prabowo Subianto

Nasaruddin menyebut bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari diplomasi aktif Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, hubungan personal dan kedekatan Presiden Prabowo dengan Kerajaan Arab Saudi menjadi faktor penting dalam terbukanya akses kepemilikan properti tersebut.

Ia menilai pendekatan diplomatik yang dilakukan pemerintah Indonesia tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dibangun melalui komunikasi intensif dan saling kepercayaan. Hal ini membuat Arab Saudi memberikan ruang khusus bagi Indonesia dalam kebijakan yang sangat strategis.

Selain isu kepemilikan properti, Nasaruddin juga menyampaikan rencana besar lainnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan jemaah haji Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan terowongan yang akan menghubungkan perkampungan haji RI dengan Masjidil Haram di Mekah.

Pada saat yang sama, Nasaruddin mengatakan lokasi perkampungan haji RI direncanakan berada tidak terlalu jauh dari pusat ibadah umat Islam tersebut. Jaraknya diperkirakan hanya sekitar 1 hingga 3 kilometer dari Masjidil Haram.

Rencana Perkampungan Haji Indonesia di Mekah

Nasaruddin mengungkapkan bahwa Indonesia telah mendapatkan lahan dengan luas yang cukup besar untuk dijadikan perkampungan haji RI. Ia menyebut luas kawasan tersebut mencapai sekitar 60 hektare, yang nantinya akan dikembangkan sebagai pusat akomodasi dan layanan bagi jemaah Indonesia.

"Antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka'bah tapi nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjid Haram dengan perkampungan Indonesia," kata dia.

Keberadaan terowongan tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas jemaah haji Indonesia menuju Masjidil Haram, terutama bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik. Proyek ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan perkampungan haji ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan haji Indonesia di Arab Saudi.

Investasi dan Pengembangan Fasilitas Akomodasi

Pemerintah saat ini tengah menggarap proyek kampung haji RI di Arab Saudi secara bertahap. Danantara Indonesia disebut telah menyiapkan dana sebesar US$800 juta atau setara Rp13,34 triliun untuk membangun 13 tower hotel dan pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.

Pada kesempatan lain, Rosan menyampaikan bahwa Indonesia telah membeli Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Selain itu, Indonesia juga membeli lahan seluas 5 hektare yang berada tepat di depan Novotel tersebut untuk segera dibangun hotel baru dan mal.

Saat ini, Novotel Makkah Thakher City yang terdiri dari tiga tower memiliki total 1.461 kamar dan mampu menampung 4.383 jemaah haji Indonesia. Dengan tambahan 13 tower baru, Rosan menyebut jumlah kamar akan meningkat signifikan.

Tambahan fasilitas tersebut diproyeksikan membuat total kamar mencapai 6.025 unit dengan daya tampung hingga 23 ribu jemaah. Pemerintah berharap pengembangan ini dapat menjawab kebutuhan akomodasi jemaah Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.

Langkah investasi ini sekaligus menandai era baru keterlibatan Indonesia dalam pengelolaan fasilitas haji di Tanah Suci, seiring dengan terbukanya peluang kepemilikan properti asing di Mekah dan Madinah.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB