MDKA Percepat Belanja Modal untuk Pengembangan Tambang Emas Pani

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:03:30 WIB
MDKA Percepat Belanja Modal untuk Pengembangan Tambang Emas Pani

JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) baru-baru ini mengumumkan percepatan belanja modal untuk proyek Tambang Emas Pani.

Keputusan ini diambil seiring dengan melonjaknya harga emas global, yang membuka peluang bagi MDKA untuk mempercepat pencapaian produksi puncak tambang yang ditargetkan mencapai 500.000 ounces emas per tahun.

 GM Corporate Communication MDKA, Tom Malik, mengungkapkan bahwa keputusan untuk mempercepat proyek konstruksi ini semula tidak terencana, namun dengan kenaikan harga emas yang signifikan, perusahaan merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk memajukan rencana tersebut.

Dalam rencana awal yang disusun pada Maret 2024, MDKA semula berencana memulai konstruksi fasilitas pengolahan carbon-in-leach (CIL) pada 2027 dengan operasional mulai pada 2029. 

Namun, melihat prospek positif dari harga emas yang terus melonjak, MDKA memutuskan untuk mempercepat konstruksi dan menargetkan mulai produksi pada 2028, yang berarti satu tahun lebih cepat dari rencana semula. 

Keputusan ini menunjukkan bahwa MDKA siap memanfaatkan momentum positif pasar emas untuk mempercepat ekspansi dan pencapaian target produksi.

Perbedaan Metode Pengolahan Heap Leach dan CIL

Dalam proses pengolahan emas di Tambang Emas Pani, MDKA semula berencana menggunakan metode pengolahan heap leach pada fase awal proyek. 

Metode heap leach ini diharapkan mampu menangani kapasitas 7 juta ton bijih per tahun dengan target produksi sekitar 140.000 ounces emas per tahun. Heap leach adalah metode ekstraksi emas dengan menumpuk bijih emas di atas pad leach dan menyiramkan larutan sianida untuk melarutkan emas. 

Metode ini memerlukan biaya modal (capital expenditure) yang relatif lebih rendah, namun menghasilkan recovery (emas yang terambil) yang lebih rendah, yang berujung pada margin keuntungan yang lebih tipis.

Namun, MDKA memutuskan untuk menambah fasilitas pengolahan CIL (carbon-in-leach) yang lebih canggih, yang dapat menghasilkan recovery yang lebih tinggi dan memungkinkan margin per ton yang lebih besar. 

CIL menggabungkan proses pelindian emas dengan cyanidation dan adsorpsi emas oleh karbon aktif dalam satu rangkaian tangki. Metode ini membutuhkan capital expenditure yang lebih besar, namun memberikan hasil yang lebih efisien dalam ekstraksi emas.

Percepatan Pembangunan Proyek dan Dampaknya

Dengan percepatan proyek ini, MDKA merencanakan untuk langsung menuju kapasitas penuh sebesar 12 juta ton bijih emas per tahun, menggabungkan fasilitas heap leach dan CIL. 

Dengan target produksi puncak yang mencapai 500.000 ounces emas per tahun, MDKA mematok proyek ini untuk bisa mulai beroperasi pada 2028, lebih cepat dari proyeksi awal yang memperkirakan produksi puncak akan tercapai pada medio 2033-2034.

Keputusan ini sangat dipengaruhi oleh prospek yang lebih cerah setelah kenaikan harga emas di pasar global. Seperti yang dikatakan oleh Tom Malik, harga emas yang semakin tinggi saat ini memberikan keyakinan kepada MDKA bahwa cash flow perusahaan akan meningkat, sehingga memungkinkan untuk mempercepat belanja modal yang dibutuhkan. 

“Dengan ini [kenaikan harga emas] akhirnya masuk akal, cash flow di depan lebih tinggi sehingga mampu modal ekspansi berikutnya,” tambahnya.

Rencana Alokasi Capital Expenditure yang Dipercepat

Terkait dengan kebutuhan investasi, MDKA telah menyusun rencana alokasi capital expenditure (capex) yang awalnya direncanakan untuk 2026 hingga 2033. 

Seiring dengan percepatan proyek, alokasi capex ini akan dimajukan, meskipun nilai totalnya tetap sama. Total investasi modal yang diperlukan untuk proyek ini terbilang signifikan. 

Berdasarkan dokumen feasibility study (FS) yang telah disusun, MDKA mengestimasi kebutuhan capex sekitar US$253,6 juta untuk fase pre-production heap leach.

Selain itu, untuk pembangunan fasilitas CIL, MDKA membutuhkan tambahan investasi sebesar US$632,5 juta pada tahap pre-production, dan US$293,8 juta untuk pengembangan lanjutan antara 2028 hingga 2033.

 Angka-angka ini menunjukkan bahwa proyek Tambang Emas Pani memiliki potensi untuk memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan ke depan, asalkan proses pembangunan dan produksi dapat berjalan lancar sesuai rencana.

Namun, dengan percepatan pembangunan proyek ini, MDKA juga harus mempersiapkan strategi untuk mengelola belanja modal (capex) yang lebih cepat. 

Menurut Tom Malik, keputusan untuk mempercepat belanja modal ini akan memberikan dampak positif bagi proyek jangka panjang, mengingat visibilitas cash flow yang semakin meningkat berkat harga emas yang tinggi. 

“Karena harga emas seperti sekarang menjadi lebih visible, atau lebih berani menginvestasikan [realisasi capex] lebih awal,” ujarnya.

Estimasi Belanja Modal Tahunan dan Pengelolaan Biaya

Berdasarkan dokumen FS yang disusun, MDKA mengestimasi bahwa proyek heap leach akan membutuhkan capex tahunan antara US$1,4 juta hingga US$3,4 juta hingga tahun 2028, sementara proyek CIL memerlukan capex tahunan yang lebih besar, antara US$2,9 juta hingga US$15,2 juta, tergantung pada fase produksi yang berjalan.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun proyek ini membutuhkan investasi besar, keuntungannya juga cukup menjanjikan. Produksi emas yang meningkat seiring dengan percepatan proyek akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan perusahaan, dan diharapkan dapat meningkatkan kontribusi tambang emas Pani terhadap total pendapatan MDKA di masa depan. 

Dengan percepatan ini, MDKA berupaya memaksimalkan potensi pasar emas yang terus berkembang dan mengoptimalkan keuntungan dari proyek jangka panjang yang ambisius ini.

Terkini