Strive Masuk 10 Besar Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia

Kamis, 29 Januari 2026 | 12:23:06 WIB
Strive Masuk 10 Besar Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia

JAKARTA - Strive, perusahaan pengelola kas berbasis Bitcoin, baru-baru ini mengumumkan pencapaian signifikan setelah menyelesaikan akuisisi Semler Scientific awal bulan ini. 

Dalam pengumuman tersebut, Strive melaporkan bahwa mereka telah berhasil melunasi sebagian besar utang yang diwarisi dari Semler, serta berhasil menambah kepemilikan Bitcoin mereka sebanyak 334 BTC. 

Dengan tambahan tersebut, Strive kini masuk ke dalam jajaran 10 besar perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Perjalanan Akuisisi dan Penguatan Neraca Keuangan

Pada tanggal 13 Januari 2026, Strive merampungkan proses akuisisi Semler Scientific, yang sebelumnya sudah dikenal dengan strategi kas berbasis Bitcoin. 

Akuisisi ini mengarah pada sejumlah perubahan signifikan dalam struktur keuangan Strive. Salah satu yang paling menonjol adalah pembayaran utang sebesar 92% dari total kewajiban yang diwarisi setelah akuisisi, yang sebagian besar terdiri dari obligasi konversi dan pinjaman kredit.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan finansial perusahaan dan memperkuat posisi keuangan mereka, agar lebih leluasa untuk melanjutkan strategi akumulasi Bitcoin. 

Melalui penggunaan dana dari penawaran saham preferen, Strive berhasil melunasi sekitar US$110 juta utang Semler, yang mencakup US$90 juta obligasi konversi dan pembayaran penuh pinjaman kredit sebesar US$20 juta yang sebelumnya terikat dengan Coinbase.

Keberhasilan pelunasan utang ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi Strive, karena seluruh Bitcoin yang mereka miliki kini bebas dari jaminan atau beban utang, memberikan ruang lebih besar bagi pertumbuhan selanjutnya.

Pertumbuhan Kepemilikan Bitcoin dan Penawaran Saham

Dalam upaya meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka, Strive menambah 334 Bitcoin lagi, menjadikan total kepemilikan mereka menjadi 13.132 BTC. 

Nilai total kepemilikan tersebut diperkirakan sekitar US$1,17 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan publik dengan Bitcoin terbesar di dunia. Di samping itu, Strive juga berhasil menarik minat investor melalui penawaran saham preferen dengan kode SATA, yang sukses mengumpulkan dana hingga mencapai US$600 juta.

Dengan tingginya permintaan terhadap saham ini, Strive pun meningkatkan target penggalangan dana mereka dari US$150 juta menjadi US$225 juta. 

Penawaran saham preferen ini dirancang untuk mendukung strategi akumulasi Bitcoin jangka panjang perusahaan tanpa meningkatkan tingkat leverage atau utang, yang bertujuan untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan.

Tantangan Harga Saham dan Volatilitas Pasar Kripto

Meski pencapaian dalam akumulasi Bitcoin dan pelunasan utang menunjukkan langkah positif bagi Strive, perusahaan masih menghadapi tantangan besar di pasar saham. 

Saham Strive (ASST) tercatat mengalami penurunan sebesar 2,23% pada perdagangan terbaru, dengan harga per saham mencapai US$0,80. 

Sejak pengumuman strategi akumulasi Bitcoin, harga saham ASST telah turun drastis, bahkan mencatatkan penurunan sebesar 92,4% dari puncaknya yang tercatat pada harga US$10,46.

Volatilitas harga saham ini mencerminkan risiko yang ada pada strategi kas berbasis Bitcoin, di mana harga Bitcoin yang fluktuatif dapat mempengaruhi kinerja saham perusahaan. 

Meskipun demikian, Strive tetap optimis bahwa dengan penataan kembali struktur keuangan dan tambahan kepemilikan Bitcoin, perusahaan akan mampu mengatasi tantangan ini dan terus berkembang di masa depan.

Bitcoin Sebagai Bagian Dari Tren Strategi Kas Korporasi

Strategi kas berbasis Bitcoin bukanlah hal baru bagi dunia korporasi. Sejak 2024 hingga awal 2025, banyak perusahaan yang mulai mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka. 

Meski demikian, pada paruh kedua tahun 2025, banyak perusahaan yang mulai merasakan dampak negatif dari volatilitas pasar kripto, sehingga menyebabkan beberapa dari mereka meragukan keberlanjutan strategi ini.

Secara global, lebih dari 190 perusahaan publik kini mengalokasikan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka, dengan total kepemilikan sekitar 1,134 juta BTC. 

Ini setara dengan 5,4% dari total pasokan Bitcoin yang ada. Meskipun demikian, sebagian besar kepemilikan tersebut dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, yang hingga kini terus menambah kepemilikan Bitcoin meskipun pasar kripto mengalami pelemahan.

Bagi Strive, meski tantangan besar tetap ada, namun dengan tambahan Bitcoin dan pemulihan finansial setelah akuisisi Semler Scientific, mereka berada di posisi yang lebih kuat untuk melanjutkan strategi ini. 

Ke depannya, perusahaan akan terus berfokus pada penguatan posisi mereka sebagai salah satu pemain utama dalam pasar Bitcoin dan terus memperluas portofolio aset berbasis kripto mereka.

Terkini