Prabowo Matangkan Rencana Kampus RI Inggris di Hambalang

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:55 WIB
Prabowo Matangkan Rencana Kampus RI Inggris di Hambalang

JAKARTA - Isu peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto. Dalam suasana tertutup di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Presiden mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas langkah strategis di sektor pendidikan. Fokus pembahasan diarahkan pada rencana ambisius membangun kampus-kampus berstandar internasional melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya.

Pertemuan yang digelar pada Selasa 27 Januari 2026 itu menjadi tindak lanjut dari komunikasi intensif Presiden Prabowo dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di Inggris. Kerja sama tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia, khususnya di bidang sains, teknologi, dan kesehatan.

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan di Hambalang secara khusus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas terkemuka di Inggris Raya.

“Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya,” kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Fokus Kolaborasi Pendidikan Internasional

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo membahas rencana besar untuk mengajak universitas-universitas Inggris membuka kampus di Indonesia. Bidang yang menjadi prioritas utama adalah Sains, Teknologi, Engineering, Matematika (STEM), serta pendidikan kedokteran.

Gagasan ini sebelumnya telah disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan ke London beberapa hari sebelumnya. Inisiatif tersebut mendapatkan respons positif dari pihak mitra, yang melihat peluang besar kerja sama pendidikan jangka panjang antara kedua negara.

“Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” jelas Teddy.

Kehadiran Sejumlah Menteri Kabinet

Rapat di Hambalang dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran para menteri tersebut menegaskan bahwa rencana pendirian kampus kolaborasi RI–Inggris tidak hanya menyangkut sektor pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan strategis nasional, termasuk penguatan pertahanan sumber daya manusia dan pembangunan jangka panjang.

Pertemuan dengan Universitas Terkemuka Inggris

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah bertemu langsung dengan perwakilan sejumlah universitas ternama Inggris dalam sebuah forum di Lancaster House, London, Selasa 20 Januari 2026. Beberapa institusi yang hadir antara lain Oxford University, King’s College London, Imperial College London, dan Edinburgh University.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan rencananya untuk membangun 10 universitas baru di Indonesia. Kampus-kampus tersebut akan berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.

Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penyediaan tenaga profesional, khususnya di sektor kesehatan dan teknologi.

Alasan Kekurangan Tenaga Medis

Presiden Prabowo menegaskan bahwa salah satu alasan utama pembangunan universitas baru adalah masih minimnya jumlah tenaga medis di Indonesia. Ia menyebut kekurangan dokter dan dokter gigi sebagai persoalan serius yang harus ditangani secara sistematis.

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Sementara itu, jumlah lulusan dokter setiap tahunnya masih tergolong rendah.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” jelas Prabowo dalam forum tersebut.

Target Pendidikan Setara Dunia

Dalam rencana pendirian kampus kolaborasi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin memiliki institusi pendidikan yang kualitasnya sejajar dengan universitas terbaik dunia. Ia menyebut bahwa kerja sama dengan kampus Inggris bukanlah hal baru, karena sebelumnya sudah ada kolaborasi dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

“Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi,” tuturnya.

“Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” sambung Prabowo.

Standar Internasional dan Beasiswa Penuh

Prabowo menekankan bahwa universitas-universitas baru tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujar Prabowo.

Mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Sebelum memulai perkuliahan, para mahasiswa juga akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris secara intensif.

Peluang Kerja Sama dengan British Council

Selain universitas, pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk dalam penerapan standar IELTS. Di sisi lain, Prabowo menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra.

Presiden optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga universitas-universitas baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.

“Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Prabowo.

Halaman :

Terkini