Kinerja Perbankan BNI 2025 Krusial Dorong Ekonomi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:46 WIB
Kinerja Perbankan BNI 2025 Krusial Dorong Ekonomi Nasional

JAKARTA - Peran sektor perbankan kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Di saat tekanan eksternal masih membayangi perekonomian nasional, kinerja perbankan dinilai tetap mampu menjadi bantalan sekaligus motor penggerak pertumbuhan. Hal inilah yang tercermin dari apresiasi Wakil Ketua (Waka) Komisi VI DPR RI Eko Patrio terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sepanjang 2025.

Menurut Eko, BNI menunjukkan konsistensi sebagai bank milik negara yang tidak hanya menjaga kesehatan bisnis, tetapi juga menjalankan fungsi strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Apresiasi tersebut diberikan karena BNI dinilai mampu tetap bekerja solid dan berkontribusi nyata di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

“BNI menunjukkan konsistensi sebagai bank BUMN yang tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Ini adalah kinerja yang patut diapresiasi,” ujar Eko Patrio, Selasa 27 January 2026.

Kredit Tumbuh di Atas Rata-rata Industri

Salah satu indikator utama yang menjadi sorotan Komisi VI DPR RI adalah kinerja penyaluran kredit BNI sepanjang 2025. Bank pelat merah tersebut mencatatkan penyaluran kredit lebih dari Rp 812 triliun dengan pertumbuhan sekitar 10,5 persen secara tahunan. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Eko menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat BNI dalam mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama perekonomian. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, keberanian dan konsistensi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan dinilai sangat penting untuk menjaga denyut aktivitas ekonomi.

“Pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri menunjukkan BNI hadir sebagai motor penggerak pembiayaan bagi dunia usaha,” tegasnya.

Kepercayaan Masyarakat Terlihat dari DPK

Dari sisi pendanaan, kinerja BNI juga menunjukkan tren yang sangat positif. Dana pihak ketiga (DPK) BNI tercatat lebih dari Rp 930 triliun dengan pertumbuhan di atas 20 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) yang mencapai lebih dari Rp 610 triliun.

Menurut Eko, pencapaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BNI sebagai lembaga keuangan yang stabil dan kredibel. Dalam industri perbankan, kepercayaan publik merupakan modal utama yang menentukan keberlanjutan kinerja jangka panjang.

Stabilitas pendanaan yang kuat juga memberikan ruang lebih luas bagi BNI untuk terus menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Dukungan pada Program Strategis Pemerintah

Selain kinerja keuangan, Eko juga memberikan apresiasi khusus kepada Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Putrama, BNI menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.

Program-program tersebut antara lain Kredit Usaha Rakyat berbasis klaster, KDKMP, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Program 3 Juta Rumah. Keterlibatan aktif BNI dalam berbagai agenda tersebut dinilai menunjukkan peran bank BUMN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Putrama, BNI menunjukkan peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif,” ujar Eko.

Transformasi Digital Perkuat Layanan

Di era digital, transformasi teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing perbankan. Eko turut mengapresiasi langkah BNI yang terus mendorong transformasi digital secara konsisten. Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah pengguna layanan digital BNI yang telah melampaui 10 juta pengguna.

Digitalisasi dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan yang cepat, aman, dan efisien. Selain meningkatkan kenyamanan nasabah, transformasi digital juga menjadi kunci efisiensi operasional dan perluasan jangkauan layanan.

Langkah ini dianggap sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis digital dalam aktivitas sehari-hari.

Kinerja Keuangan Tetap Solid

Dari sisi kinerja keuangan, BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 15,1 triliun hingga kuartal III 2025. Capaian tersebut disertai dengan tetap terjaganya rasio pencadangan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL coverage ratio) di atas 220 persen.

Menurut Eko, angka tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang sehat sekaligus penerapan prinsip kehati-hatian yang kuat dalam pengelolaan risiko. Keseimbangan antara ekspansi bisnis dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci keberlanjutan kinerja perbankan.

Harapan Komisi VI DPR RI

Komisi VI DPR RI berharap BNI dapat terus menjaga kinerja positifnya ke depan. Penguatan pembiayaan sektor produktif serta perluasan dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Dengan peran strategis yang dimiliki, BNI diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar semakin kuat, merata, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pilar stabilitas sektor keuangan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Terkini