Kenali Tanda-Tanda Investasi Bodong dan Hindari Kerugian

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:04:19 WIB
Kenali Tanda-Tanda Investasi Bodong dan Hindari Kerugian

JAKARTA - Di tengah gencarnya tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, masyarakat harus lebih berhati-hati. 

Terlalu sering kita mendengar tentang investasi bodong yang merugikan banyak orang. Hal ini tak jarang berakhir dengan kehilangan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri investasi bodong.

Memahami Apa Itu Investasi Bodong

Investasi bodong adalah jenis investasi ilegal yang sering kali menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal. Mengutip dari Prudential Syariah, investasi bodong dapat menipu investor dengan menjanjikan pengembalian dana yang besar dalam waktu yang sangat singkat, tanpa risiko yang jelas. 

Namun, setelah uang disetorkan, biasanya tidak ada pengembalian seperti yang dijanjikan. Bahkan, banyak kasus di mana investor kehilangan seluruh dana yang telah mereka tanamkan.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) antara 2017 hingga 2023, kerugian akibat investasi bodong tercatat mencapai ratusan triliun rupiah. Angka ini mencerminkan masih rendahnya literasi keuangan masyarakat yang sering kali menjadi korban investasi bodong. 

Selain kehilangan uang, para korban sering kali merasakan dampak psikologis yang berat, mulai dari stres hingga depresi akibat penipuan tersebut.

Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Wajib Diketahui

Jika kamu ingin terhindar dari investasi bodong, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Berikut adalah ciri-ciri umum dari investasi bodong yang dapat membantu kamu mengenali risiko sebelum terlanjur terjebak:

1. Janji Keuntungan yang Tidak Masuk Akal

Investasi bodong sering kali menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat, tanpa ada risiko yang jelas. 

Tawaran keuntungan yang berlebihan ini merupakan tanda awal bahwa investasi tersebut mungkin tidak sah. Keuntungan besar dalam waktu cepat biasanya tidak realistis dan harus dicurigai.

2. Kurang Transparansi dalam Pengelolaan Dana

Investasi yang sah umumnya akan memberikan penjelasan yang jelas mengenai cara pengelolaan dana dan model bisnis yang diterapkan. Sebaliknya, investasi bodong cenderung menutupi informasi penting tentang struktur perusahaan dan cara dana dikelola. Jika kamu tidak dapat mendapatkan informasi yang cukup, itu adalah tanda bahaya.

3. Tidak Terdaftar di Otoritas Resmi

Investasi yang legal dan aman harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga pengawas lainnya. Salah satu ciri khas investasi bodong adalah tidak adanya izin dari OJK. Jika sebuah investasi tidak terdaftar di lembaga pengawas resmi, sebaiknya jangan dipertaruhkan.

4. Tekanan untuk Segera Bergabung

Salah satu ciri investasi bodong adalah tekanan untuk segera bergabung dengan alasan kesempatan terbatas atau bonus khusus yang hanya berlaku dalam waktu singkat. Tawaran seperti ini biasanya dibuat agar calon investor tidak punya banyak waktu untuk berpikir dan akhirnya tergiur untuk segera menyetor dana. Hindari keputusan terburu-buru seperti ini.

5. Banyak Keluhan dari Investor Sebelumnya

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, lakukan riset mendalam mengenai investasi yang kamu pilih. Jika kamu menemukan banyak keluhan atau ulasan negatif mengenai keterlambatan pembayaran, janji yang tak ditepati, atau bahkan indikasi penipuan dari korban sebelumnya, ini adalah tanda jelas bahwa investasi tersebut patut dicurigai.

Cara Menghindari Investasi Bodong yang Aman dan Tepat

Untuk menghindari risiko penipuan dan kerugian finansial akibat investasi bodong, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Berikut adalah beberapa cara yang efektif untuk memastikan bahwa investasi yang kamu pilih aman:

1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu

Sebelum berinvestasi, sangat penting untuk mencari informasi mengenai profil perusahaan, rekam jejaknya, serta ulasan dari sumber yang terpercaya. Jika perusahaan tersebut tidak memiliki informasi yang jelas atau memiliki jejak buruk, sebaiknya hindari untuk menanamkan dana.

2. Waspadai Janji Keuntungan yang Berlebihan

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, keuntungan yang sangat tinggi dalam waktu singkat harus dicurigai. Investasi yang mengaku memberikan imbal hasil yang besar dalam waktu yang sangat singkat tanpa risiko umumnya tidak realistis. Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah investasi bodong.

3. Jangan Terburu-Buru Memutuskan

Jangan pernah terburu-buru untuk berinvestasi hanya karena desakan atau tekanan dari pihak lain. Jika ada tekanan seperti "kesempatan terbatas" atau "bonus hanya berlaku hari ini," lebih baik berhati-hati dan berpikir dengan matang sebelum mengambil keputusan. Keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan yang rasional, bukan karena paksaan.

4. Konsultasi dengan Ahli Keuangan

Jika kamu merasa ragu atau bingung dalam memilih investasi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli keuangan atau profesional yang berkompeten. Mereka dapat memberikan penilaian objektif dan membantu kamu untuk memahami risiko dari investasi yang akan dipilih.

5. Periksa Legalitasnya di OJK

Pastikan bahwa investasi yang kamu pilih terdaftar di OJK atau lembaga pengawasan resmi lainnya. Keberadaan investasi yang terdaftar di lembaga pengawasan memastikan bahwa investasi tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dan lebih aman untuk diikuti.

6. Gunakan Platform Investasi yang Terpercaya

Pilihlah platform atau perusahaan investasi yang memiliki reputasi baik dan transparan. Pastikan mereka memiliki rekam jejak yang baik dan dapat menunjukkan pengelolaan dana yang jelas dan terbuka.

7. Teliti Dokumen dan Kontrak Secara Teliti

Sebelum menandatangani kontrak atau dokumen apapun, pastikan bahwa kamu telah membaca dan memahaminya dengan baik. Pastikan juga hak, kewajiban, dan risiko investasi tersebut dijelaskan dengan jelas dan sah secara hukum.

Terkini