Bulog Serap Gabah Petani Lokal, Jaga Harga Tetap Stabil

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:43:06 WIB
Bulog Serap Gabah Petani Lokal, Jaga Harga Tetap Stabil

JAKARTA - Perum Bulog kembali memperkuat langkah penyerapan gabah lokal di awal tahun 2026. Fokus utama program ini adalah melindungi petani, memastikan harga jual yang layak, dan menjaga ketersediaan beras nasional. 

Penyerapan gabah dan beras dilakukan di berbagai sentra produksi di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menstabilkan harga dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dengan target penyerapan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, Bulog menegaskan komitmennya untuk mendukung petani lokal sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional. 

Kepala Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan, “Sudah dilakukan sejak awal tahun. Kita pastikan petani mendapatkan harga yang layak sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional.”

Fokus Penyerapan Pada Hasil Panen Lokal

Penyerapan gabah tahun 2026 difokuskan pada hasil panen petani lokal dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP). HPP yang ditetapkan adalah Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kilogram untuk beras. 

Penetapan harga ini bertujuan memberi kepastian pendapatan bagi petani dan menghindari fluktuasi harga yang merugikan mereka.

Di Sumatera, penyerapan gabah telah dimulai sejak awal musim panen, mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. 

Strategi ini memungkinkan Bulog membeli gabah langsung dari petani saat kualitas gabah masih tinggi, sehingga produksi beras nasional tetap stabil dan beras yang masuk ke CBP berkualitas baik.

Penyerapan Merata di Pulau Jawa dan Wilayah Lain

Selain Sumatera, Pulau Jawa juga menjadi fokus penyerapan gabah dan beras petani. Wilayah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menjadi lokasi strategis untuk pengadaan gabah. 

Bulog menargetkan volume penyerapan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya untuk menjamin ketersediaan beras nasional dan mendukung harga stabil di tingkat petani.

Program ini juga menegaskan bahwa penyerapan tidak hanya berfokus pada wilayah barat, tetapi juga menjangkau Indonesia Tengah dan Timur. 

Di Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Papua, Bulog mulai membeli gabah dan beras dari petani lokal. Langkah ini memastikan distribusi stok beras nasional lebih merata dan mendukung ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Peran Strategis Bulog dalam Ketahanan Pangan

Penyerapan gabah lokal bukan sekadar membeli hasil panen, tetapi juga bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. 

Dengan stok beras yang cukup, Bulog dapat mengatur distribusi saat harga pasar naik, menjaga kestabilan pangan, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, optimisme tercapai karena koordinasi dengan petani dan sentra produksi berjalan efektif. “Bulog optimistis pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” jelasnya. 

Program ini menunjukkan pentingnya keterlibatan Bulog sebagai lembaga penyangga harga sekaligus pengatur distribusi pangan untuk kepentingan publik.

Harapan dan Manfaat Bagi Petani

Dengan penyerapan gabah yang lebih intensif, petani mendapat kepastian harga jual yang adil dan stabil, sehingga dapat merencanakan produksi berikutnya dengan lebih baik. Selain itu, adanya pasar yang terjamin melalui Bulog mengurangi risiko kerugian akibat harga pasar yang turun saat musim panen.

Kebijakan ini juga diharapkan mendorong petani untuk meningkatkan kualitas gabah dan beras, karena Bulog akan membeli produk yang memenuhi standar. 

Secara keseluruhan, langkah penyerapan gabah lokal ini tidak hanya membantu petani secara ekonomi, tetapi juga memperkuat stok beras nasional, menjaga kestabilan harga, dan mendukung ketahanan pangan di seluruh Indonesia.

Dengan strategi yang merata dari Sumatera hingga Papua, program penyerapan gabah Bulog di awal tahun 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi petani, menjamin harga layak, dan memperkuat cadangan pangan nasional. 

Penyerapan gabah ini diharapkan dapat berlanjut sepanjang tahun, memastikan pasokan beras tetap stabil, dan memberi manfaat jangka panjang bagi petani serta masyarakat luas.

Terkini