Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:05:31 WIB
Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

JAKARTA - Terpilihnya Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak hanya menjadi kabar penting bagi institusi moneter, tetapi juga menjadi sorotan pelaku pasar. 

Penunjukan ini diharapkan mampu membawa keseimbangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sekaligus memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal di tengah ketidakpastian global.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menekankan, pasar akan menilai seorang pejabat berdasarkan kinerja profesionalnya, terlepas dari latar belakang politik atau hubungan keluarga. 

“Prinsipnya adalah siapapun itu, selama bisa menjalankan tugas dengan baik, terlepas dari kepentingan politik dan dapat menjaga stabilitas moneter, maka akan bermanfaat dan diterima oleh pasar,” ujar Trioksa.

Thomas yang akrab disapa Tommy membawa pengalaman luas di bidang fiskal, yang dianggap modal penting untuk mendukung tugas Bank Indonesia. Trioksa menilai pengalaman tersebut relevan, terutama ketika BI harus menghadapi tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Tantangan Bank Indonesia di Tengah Tekanan Global

Stabilisasi nilai tukar rupiah dan inflasi menjadi tantangan utama bagi Deputi Gubernur BI yang baru. Tekanan eksternal, termasuk gejolak pasar global dan fluktuasi komoditas, memerlukan kebijakan yang presisi dan responsif. 

Dalam konteks ini, posisi Thomas sangat strategis karena kombinasi pengalaman fiskalnya dapat mendukung koordinasi yang lebih erat antara kebijakan moneter dan fiskal.

Selain itu, penguatan sinergi kebijakan menjadi pekerjaan rumah bagi BI. Koordinasi yang baik antara Bank Indonesia dan pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal, menjadi sorotan pelaku pasar. 

Kinerja Thomas dalam bidang fiskal diyakini dapat menjadi faktor kunci untuk mendukung efektivitas kebijakan ini, tanpa mengurangi independensi moneter BI.

Proses Legislasi dan Dukungan DPR

Penunjukan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI resmi diumumkan oleh Komisi XI DPR RI. Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menyatakan bahwa seluruh fraksi telah menyepakati pemilihan Thomas sebagai pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri. 

“Bahwa yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Thomas A.M. Djiwandono,” kata Misbakhun dalam konferensi pers.

Langkah selanjutnya adalah pelaporan keputusan ini dalam rapat paripurna DPR RI, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026. Kesepakatan lintas fraksi ini dinilai memberi sinyal positif bagi pasar, karena menunjukkan konsistensi dan dukungan legislatif terhadap pejabat BI yang baru.

Harapan Pasar dan Implikasi Kebijakan

Pelaku pasar memandang penunjukan Thomas sebagai kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap stabilitas moneter Indonesia. Kinerja yang profesional dan independen menjadi faktor utama yang akan menentukan dampak positif terhadap pasar. 

Meski memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto, Trioksa menegaskan bahwa pasar akan lebih menilai dari sisi kemampuan teknis dan pengambilan kebijakan yang objektif.

Thomas diharapkan dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan profesionalisme, menjaga stabilitas nilai tukar, menekan inflasi, dan memperkuat sinergi moneter-fiskal. Hal ini diyakini akan memberikan efek positif terhadap pergerakan pasar dan memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional.

Seiring pelantikan Deputi Gubernur BI yang baru, perhatian publik dan pasar akan terus tertuju pada langkah-langkah yang diambil oleh Thomas, termasuk kebijakan strategis dalam menghadapi tekanan global, penguatan koordinasi dengan pemerintah, serta inovasi dalam pengelolaan moneter.

Terkini