PNM Berdayakan Perempuan Prasejahtera Lewat Program PKU

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:25:05 WIB
PNM Berdayakan Perempuan Prasejahtera Lewat Program PKU

JAKARTA - Berbeda dengan lembaga keuangan pada umumnya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menekankan pemberdayaan sebagai langkah awal sebelum menyalurkan pembiayaan usaha. 

Bagi PNM, membangun kemampuan calon nasabah merupakan fondasi agar dana yang diberikan dapat digunakan secara optimal dan berdampak jangka panjang. 

Model ini memastikan bahwa setiap nasabah tidak hanya menerima modal, tetapi juga pendampingan menyeluruh sejak tahap awal usaha hingga mampu mengelola bisnis yang stabil dan berkembang.

Pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadi titik fokus PNM, yang dianggap sebagai kekuatan unik lembaga ini. Pendekatan tersebut menjadikan PNM berbeda dari lembaga keuangan lain, sekaligus menegaskan komitmen sosial mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses keuangan yang bertanggung jawab dan terarah.

Program Pengembangan Kapasitas Usaha Sebagai Pilar Utama

Salah satu wujud nyata komitmen PNM adalah program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar, yang rutin digelar di berbagai cabang PNM di seluruh Indonesia. Terbaru, PKU Akbar diselenggarakan di Surabaya dengan melibatkan sedikitnya 500 nasabah, meskipun pada beberapa kesempatan jumlah peserta bisa mencapai ribuan orang.

Di bawah cakupan PNM Cabang Surabaya, kegiatan ini diperkuat dengan jaringan 166 kantor unit, terdiri dari 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar, tersebar di tujuh kabupaten/kota dan menjangkau 128 kecamatan. 

Melalui program ini, nasabah memperoleh pelatihan literasi keuangan, keterampilan menyusun laporan keuangan sederhana, hingga berbagai kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka—semua diberikan secara gratis.

Pelatihan Praktis dan Dukungan Legalitas Usaha

PKU Akbar Surabaya diawali dengan rangkaian coaching clinic interaktif, termasuk sesi sharing bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. 

Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai legalitas usaha serta kesempatan berkonsultasi langsung untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan kelas praktik seperti cooking dan handycraft. Salah satu peserta yang memiliki usaha Nastar Semanggi (NAGI) mengatakan, “Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. 

Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha.” Testimoni ini menunjukkan dampak nyata dari pendekatan pemberdayaan yang diterapkan PNM.

Ekosistem Belajar dan Jejaring Usaha

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan menjadi inti dari model bisnis PNM. 

“Kami percaya pembiayaan akan jauh lebih berdampak jika didahului dan disertai pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha. Melalui PKU Akbar, nasabah tidak hanya belajar dari para ahli, tetapi juga dari sesama pelaku usaha yang telah lebih dulu berkembang. Inilah ekosistem belajar yang membuat mereka lebih siap naik kelas,” jelas Dodot.

Selain pelatihan dan coaching, rangkaian kegiatan PKU Akbar juga diperkuat dengan talkshow bersama Bank Indonesia dan OJK, serta bazaar yang menghadirkan 20 UMKM binaan. 

Kegiatan ini membuka ruang promosi, memperluas jejaring, dan memberikan peluang baru bagi para nasabah untuk memasarkan produk mereka serta meningkatkan kapasitas bisnis secara nyata.

Pendekatan PNM yang menggabungkan pembiayaan, pendidikan, dan jejaring usaha ini menunjukkan bagaimana pemberdayaan bisa menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera. 

Dengan model ini, PNM tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Terkini