Jauhi Makanan Berbahaya Agar Pembuluh Darah Arteri Tetap Sehat

Senin, 26 Januari 2026 | 15:55:41 WIB
Jauhi Makanan Berbahaya Agar Pembuluh Darah Arteri Tetap Sehat

JAKARTA - Menjaga kesehatan pembuluh darah arteri merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan jantung. 

Pembuluh darah arteri memiliki peran krusial dalam mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Apabila pembuluh darah ini tidak sehat, maka fungsi organ-organ tubuh lainnya, termasuk jantung, dapat terganggu. 

Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah arteri adalah dengan menghindari makanan-makanan tertentu yang bisa merusak lapisan pembuluh darah. Lantas, makanan apa yang harus dihindari untuk menjaga jantung dan pembuluh darah arteri tetap sehat?

Makanan yang Merusak Kesehatan Pembuluh Darah Arteri

Menurut Dr. Estelle Jean, seorang dokter spesialis jantung non-invasif, daging olahan ultra-processed adalah makanan yang paling berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah arteri. 

Daging olahan seperti sosis, salami, daging asap, deli, rolade, dan sejenisnya, sering kali mengandung bahan kimia pengawet, sodium tinggi, dan lemak jenuh yang bisa merusak lapisan pembuluh darah.

Daging olahan yang banyak dikonsumsi sehari-hari ini mengandung sodium dalam jumlah tinggi, yang bisa meningkatkan tekanan darah. Selain itu, lemak jenuh yang terdapat dalam daging olahan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. 

Gabungan dari keduanya — tekanan darah tinggi dan peningkatan kolesterol jahat bisa menyebabkan penumpukan plak dalam pembuluh darah, yang pada gilirannya bisa memicu peradangan dan pengerasan arteri.

Seiring berjalannya waktu, kondisi ini meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, serangan jantung, atau bahkan stroke. Dr. Jean juga mengungkapkan bahwa banyak pasiennya yang tidak menyadari betapa buruknya dampak mengonsumsi daging olahan secara teratur bagi kesehatan jantung mereka. 

Mereka mungkin berpikir bahwa diet mereka cukup sehat, namun konsumsi daging olahan secara rutin tanpa disadari bisa merusak kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Bahan Kimia dalam Daging Olahan yang Membahayakan Kesehatan

Selain sodium dan lemak jenuh, daging olahan juga mengandung bahan kimia pengawet yang berbahaya. Bahan-bahan kimia seperti nitrat dan nitrit digunakan dalam pengolahan daging untuk memperpanjang masa simpan dan memberikan warna merah pada daging. 

Namun, zat-zat ini dapat memicu peradangan dalam tubuh dan mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah. Ini merupakan faktor tambahan yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Penting untuk menyadari bahwa mengonsumsi daging olahan dalam jumlah berlebihan dapat memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah arteri. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan ini dan menggantinya dengan pilihan makanan yang lebih sehat.

Alternatif Sehat Pengganti Daging Olahan

Meski daging olahan sangat buruk bagi kesehatan arteri, bukan berarti Anda harus sepenuhnya menghindari protein. Dr. Jean menyarankan untuk beralih ke sumber protein yang lebih sehat, seperti ayam panggang, kalkun, ikan (seperti tuna atau salmon), kacang-kacangan, lentil, atau tahu. 

Protein-protein ini lebih rendah lemak jenuh dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti pengawet.

Bagi Anda yang suka roti isi dengan daging olahan, cobalah mengganti isian daging olahan dengan bahan yang lebih sehat. Anda bisa memilih ayam panggang, ikan, atau bahkan tempe dan tahu sebagai pengganti. 

Selain itu, ganti roti putih dengan roti gandum utuh yang kaya serat. Menambahkan sayuran segar, seperti selada, tomat, dan mentimun, serta lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun, juga bisa menjadi pilihan cerdas untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat.

Menggunakan bahan makanan alami dan minim pengolahan akan membantu menurunkan peradangan, mengurangi penumpukan plak dalam arteri, dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. 

Sayuran dan biji-bijian utuh mengandung banyak serat, yang juga berfungsi menurunkan kolesterol dan memperbaiki kesehatan pembuluh darah.

Mengurangi Konsumsi Daging Olahan Secara Bertahap

Meskipun daging olahan sangat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan, bukan berarti Anda harus menghindarinya sepenuhnya. Dr. Jean menyarankan untuk mengurangi frekuensi konsumsi daging olahan dari yang biasanya setiap hari menjadi beberapa kali dalam seminggu saja. 

Perubahan kecil dan konsisten ini dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah arteri.

Mengurangi konsumsi daging olahan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung, tetapi juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol, mengurangi peradangan, dan menurunkan risiko terkena serangan jantung atau stroke. 

Dengan perubahan sederhana ini, Anda dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah Anda dalam jangka panjang.

Terkini