Alex Honnold Mencetak Sejarah dengan Pendakian Taipei 101 Tanpa Tali

Senin, 26 Januari 2026 | 10:29:08 WIB
Alex Honnold Mencetak Sejarah dengan Pendakian Taipei 101 Tanpa Tali

JAKARTA - Pendaki tebing asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali mencetak prestasi luar biasa dengan memanjat gedung tertinggi di Taiwan, Taipei 101, pada 25 Januari 2026. 

Tidak seperti pendakian lainnya yang menggunakan alat pelindung, kali ini Honnold menaklukkan gedung setinggi 508 meter tersebut tanpa menggunakan tali pengaman. 

Dalam waktu hanya sekitar 90 menit, ia berhasil mencapai puncak gedung tersebut, menarik perhatian dunia dengan aksinya yang ekstrem dan penuh tantangan.

Alex Honnold: Pencapaian Tak Terbendung di Dunia Pendakian

Honnold, yang dikenal dengan aksi pendakian ekstremnya tanpa tali, sebelumnya telah mendunia berkat pendakiannya yang monumental di El Capitan, Taman Nasional Yosemite. 

Namun, kali ini, ia menghadapi tantangan berbeda dengan memanjat salah satu landmark paling ikonik di Taiwan.

 Dengan hanya mengenakan kemeja lengan pendek merah, Honnold melambaikan tangannya setelah berhasil mencapai puncak, berkata bahwa pemandangannya sungguh luar biasa.

"Anginnya sangat kencang, jadi saya berpikir, jangan sampai jatuh dari puncak. Saya berusaha menjaga keseimbangan dengan baik. Tapi itu, posisi yang luar biasa, cara yang indah untuk melihat Taipei," ujar Honnold setelah pendakian.

Menghadapi Rintangan: Pendakian yang Ditunda dan Tantangan Baru

Pendakian tersebut sempat tertunda selama 24 jam karena hujan yang deras pada Sabtu, 24 Januari 2026. Namun, pada akhirnya, Alex Honnold berhasil melakukan pendakian pada hari berikutnya dengan antusiasme dan semangat yang tinggi. 

Meskipun ia terbiasa mendaki di tempat yang lebih terpencil, kali ini sorotan publik cukup membuatnya merasa sedikit cemas. Ribuan warga Taiwan berkumpul di bawah gedung untuk menyaksikan aksi berbahaya ini.

“Saat saya meninggalkan tanah, Anda seperti, oh, ini agak menegangkan, ada begitu banyak orang yang menonton,” kata Honnold.

 "Tapi jujur saja, mereka semua mendoakan yang terbaik untukku. Maksudku, pada dasarnya itu membuat seluruh pengalaman terasa lebih meriah, semua orang baik ini mendukungku dan bersenang-senang."

Sejarah Pendakian yang Mengundang Perhatian Dunia

Pendakian Honnold ke puncak Taipei 101 bukanlah yang pertama kali dilakukan di gedung tersebut. Sebelumnya, pendaki asal Prancis, Alain Robert, pernah melakukan hal serupa pada Hari Natal 2004. 

Namun, Honnold menjadi yang pertama yang berhasil melakukannya tanpa menggunakan tali pengaman, yang tentu saja menambah sensasi dan kekhawatiran publik tentang bahaya yang dapat ditimbulkan.

Keberanian Honnold ini juga memicu perdebatan etis mengenai tindakan berisiko tinggi yang disiarkan langsung, apalagi bagi banyak orang yang mungkin terinspirasi untuk mengikuti jejaknya tanpa memperhitungkan bahaya yang ada.

Pendakian Legendaris El Capitan dan Jalan Menuju Keberhasilan

Prestasi Honnold sebelumnya yang lebih terkenal adalah pendakian El Capitan, formasi batuan vertikal setinggi 914 meter di Taman Nasional Yosemite, Amerika Serikat. 

Pada tahun 2017, ia berhasil memanjat tebing tersebut tanpa tali dalam waktu sekitar 3 jam 56 menit, sebuah pencapaian yang tidak hanya menantang fisik, tetapi juga menguji mentalnya.

“Setidaknya saya perlu berlatih selama setahun untuk mempelajari El Capitan dan tebing-tebing di sekitarnya,” kata Honnold tentang persiapan yang ia lakukan sebelum pendakian El Capitan. 

Perjalanan ini kemudian diabadikan dalam film dokumenter pemenang penghargaan, Free Solo, yang semakin memperkenalkan nama Honnold ke dunia internasional.

Pendakian Solo: Sebuah Keberanian yang Memecah Batas

Apa yang dilakukan oleh Alex Honnold di Taipei 101 adalah contoh dari keberanian luar biasa yang mampu menginspirasi banyak orang. 

Namun, seperti yang diketahui banyak orang, pendakian solo tanpa tali memiliki risiko yang sangat besar. Honnold sendiri menyadari betul bahaya yang bisa terjadi dalam setiap langkahnya.

Honnold adalah sosok yang dikenal tidak hanya karena kemampuan fisiknya yang luar biasa, tetapi juga karena ketenangannya dalam menghadapi situasi berbahaya. 

Pendakian-pendakiannya yang ekstrem sering kali memperlihatkan bahwa dia lebih mengandalkan keberanian dan persiapannya daripada kecepatan atau kekuatan semata.

Aksi yang Mengundang Kontroversi dan Sorotan Media

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pendakian solo Honnold selalu mengundang perhatian media. Meski mendapatkan sorakan dari para penonton yang mendukungnya, tidak sedikit pula yang mempertanyakan apakah tindakan ekstrem seperti ini seharusnya diteruskan, apalagi disiarkan secara langsung. 

Masyarakat pun dikejutkan oleh keputusan untuk meliput aksi Honnold di Taipei 101, yang bagi sebagian orang dianggap bisa menjadi contoh yang kurang baik.

Namun, Honnold dengan tenang menjawab bahwa setiap tindakan yang diambil telah melalui pertimbangan matang dan latihan intensif. “Mereka semua mendoakan yang terbaik untukku. Maksudku, pada dasarnya itu membuat seluruh pengalaman terasa lebih meriah,” tambahnya.

Terkini