Mana yang Lebih Sehat: Daging Kambing atau Daging Sapi?

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:47:03 WIB
Mana yang Lebih Sehat: Daging Kambing atau Daging Sapi?

JAKARTA - Di Indonesia, daging sapi dan daging kambing adalah pilihan populer yang sering disajikan di berbagai hidangan. Keduanya dikenal memiliki cita rasa yang lezat dan menjadi favorit banyak orang. 

Namun, ada satu pertanyaan yang sering kali muncul: mana yang lebih tinggi kolesterol? Meskipun keduanya sering dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti peningkatan kadar kolesterol, ada beberapa fakta yang perlu dipahami sebelum membuat pilihan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai kandungan kolesterol dalam daging sapi dan daging kambing, serta memberikan panduan bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol. Mari kita telaah lebih lanjut!

Kandungan Kolesterol dalam Daging Sapi dan Daging Kambing

Salah satu alasan mengapa banyak orang khawatir tentang konsumsi daging kambing dan sapi adalah tingginya kadar kolesterol yang dapat memengaruhi kesehatan jantung. 

Namun, anggapan bahwa daging kambing selalu mengandung kolesterol lebih tinggi daripada daging sapi tidak sepenuhnya tepat. Berdasarkan data kandungan gizi, satu ons daging kambing giling yang dipanggang mengandung sekitar 27 miligram kolesterol. Sementara itu, satu ons daging sapi tanpa lemak yang dipanggang mengandung sekitar 26 miligram kolesterol.

Dengan kata lain, perbedaan kadar kolesterol antara kedua jenis daging ini sangatlah tipis. Meskipun daging kambing sedikit lebih tinggi dalam kolesterol, selisihnya tidak signifikan. 

Bahkan, jika Anda mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang wajar, daging ini masih bisa menjadi pilihan yang aman bagi kesehatan Anda, asalkan Anda memilih potongan yang tepat dan mengolahnya dengan cara yang sehat.

Cara Mengolah Daging Kambing dan Daging Sapi yang Sehat

Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif kolesterol dalam daging adalah dengan memilih potongan daging yang lebih sehat dan cara pengolahan yang tepat. Untuk daging kambing, disarankan untuk memilih bagian yang lebih ramping, seperti tenderloin atau kaki kambing. Hindari bagian yang berlemak, karena lemak pada daging kambing lebih mudah meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Begitu juga dengan daging sapi, pilihlah bagian yang lebih lean (tanpa lemak) untuk mengurangi jumlah kolesterol yang dikonsumsi. Selain itu, cara memasak juga sangat memengaruhi kandungan kolesterol dalam daging. 

Memanggang atau merebus daging tanpa menambah banyak minyak atau bahan berlemak lainnya adalah cara yang paling sehat. Menghindari pengolahan dengan cara digoreng atau ditumis dengan minyak banyak bisa membantu menjaga kesehatan jantung Anda.

Daging Kambing: Pilihan Lebih Baik untuk Kesehatan Jantung

Meski kandungan kolesterol pada daging kambing sedikit lebih tinggi daripada daging sapi, para ahli gizi menyatakan bahwa daging kambing cenderung lebih baik untuk kesehatan. 

Salah satu alasan utamanya adalah cara kambing dibesarkan. Kambing pada umumnya dikembangbiakkan secara alami dan diberi pakan berupa rumput serta dedaunan, tanpa banyak tambahan bahan kimia.

Daging kambing yang berasal dari hewan yang diberi makan rumput memiliki kandungan lemak omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Lemak omega-3 dikenal memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah meningkatkan kesehatan jantung dengan cara mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung. Omega-3 juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Sebaliknya, sapi yang dibesarkan dalam kapasitas industri besar sering kali diberi pakan yang mengandung bahan kimia atau pakan olahan yang kurang sehat. Akibatnya, kualitas daging sapi yang dihasilkan tidak sebaik daging kambing yang diberi pakan alami. Daging sapi dari sapi industri cenderung memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Kualitas Daging yang Bergantung pada Pakan Hewan

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas daging adalah apa yang dimakan oleh hewan tersebut. Secara umum, hewan yang diberi pakan alami, seperti rumput, menghasilkan daging dengan kualitas yang lebih baik. Daging yang berasal dari hewan yang mengonsumsi rumput memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi dan lebih sedikit lemak jenuh, sehingga lebih bergizi dan lebih sehat untuk tubuh.

Sebagai perbandingan, sapi yang dibesarkan dalam peternakan industri besar sering diberi pakan yang kaya akan bahan kimia dan pakan olahan. Hal ini berkontribusi pada tingginya kandungan lemak jenuh dalam daging sapi, yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Terkini