PTPP Raih Kontrak Baru Rp24,95 Triliun pada 2025, Ini Proyek Utamanya

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:39:59 WIB
PTPP Raih Kontrak Baru Rp24,95 Triliun pada 2025, Ini Proyek Utamanya

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk. atau PTPP, emiten konstruksi milik negara, telah berhasil mengamankan kontrak-kontrak baru dengan total nilai Rp24,95 triliun pada 2025. 

Meskipun hasil ini sedikit lebih rendah dibandingkan perolehan kontrak pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp27,09 triliun, pencapaian tersebut tetap menunjukkan posisi kuat PTPP di industri konstruksi tanah air. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengungkapkan bahwa perolehan kontrak baru di tahun 2025 didominasi oleh proyek-proyek pemerintah yang menyumbang 45% dari total nilai kontrak. 

Adapun sisa perolehan kontrak berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan porsi 35%, sementara sektor swasta menyumbang 20%.

Dominasi Proyek Pemerintah dalam Portofolio PTPP

Dilihat dari sisi sumber pendanaan, mayoritas kontrak baru yang diperoleh oleh PTPP berasal dari proyek pemerintah. Hal ini mencerminkan kuatnya kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan berbagai proyek strategis. 

Sektor pemerintahan memang menjadi sektor penting bagi PTPP, dengan kontribusi mencapai hampir setengah dari total perolehan kontrak baru di tahun 2025.

Sektor lain yang turut memberikan kontribusi signifikan adalah sektor BUMN, dengan proporsi sebesar 35%. Sektor swasta yang biasanya lebih menuntut efisiensi dan kecepatan pengerjaan proyek, tercatat memberikan kontribusi sebesar 20%. Keberagaman sektor yang menjadi kontributor menunjukkan fleksibilitas PTPP dalam menjangkau berbagai jenis proyek, baik itu yang bersifat publik, korporat, atau industri.

Segmentasi Sektor yang Berbeda-beda

Jika dilihat dari sisi segmentasi usaha, sektor gedung menempati posisi teratas sebagai kontributor terbesar dengan porsi 35% dari total nilai kontrak baru yang diperoleh oleh PTPP pada 2025. 

Pencapaian ini sejalan dengan tren permintaan akan pembangunan gedung, baik untuk kebutuhan perkantoran, hunian, maupun pusat komersial. Sektor gedung memiliki potensi besar, terutama di daerah-daerah perkotaan yang terus berkembang.

Di bawah sektor gedung, sektor infrastruktur jalan dan jembatan juga memberikan kontribusi besar dengan angka mencapai 16%. Pembangunan jalan dan jembatan merupakan komponen vital dalam mendukung konektivitas antar wilayah, yang juga sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur nasional. 

Sektor pertambangan dengan kontribusi 12% juga menunjukkan perkembangan yang baik, diikuti oleh sektor pembangkit listrik (power plant) yang menyumbang 11%. Sektor pelabuhan, irigasi, bendungan, minyak dan gas, serta industri dan bandara masing-masing turut menyumbang kontribusi penting dalam portofolio PTPP.

Proyek-Proyek Strategis yang Menjadi Andalan PTPP

Beberapa proyek strategis yang tercatat sebagai kontributor utama terhadap perolehan kontrak baru PTPP pada 2025 meliputi pembangunan Combined Cycle Power Plant (PLTGU) Batam-1 120 MW senilai Rp2,68 triliun dan New Priok East Access Phase II senilai Rp2,33 triliun. 

Proyek-proyek ini sangat penting dalam mendukung ketahanan energi dan meningkatkan kapasitas infrastruktur pelabuhan, yang tentunya berpengaruh pada sektor perekonomian secara keseluruhan.

Selain itu, PTPP juga berhasil mengamankan kontrak untuk proyek infrastruktur tambang Itacha 2 yang terkait dengan pengadaan dan konstruksi jalan angkut atau haul road senilai Rp1,93 triliun. Proyek ini memperlihatkan kemampuan PTPP dalam menangani proyek-proyek di sektor pertambangan, yang memerlukan tingkat akurasi tinggi dan keahlian khusus.

Proyek lainnya yang turut memperkuat portofolio PTPP adalah Kataraja Toll Road Phase II senilai Rp1,35 triliun serta pembangunan Mandiri Financial Center di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) senilai Rp878,37 miliar. 

Semua proyek ini menggambarkan keberagaman jenis proyek yang berhasil diraih oleh PTPP, mulai dari sektor energi, infrastruktur, hingga properti komersial.

Proyeksi Pertumbuhan PTPP di Tahun 2026

Seiring dengan pencapaian kontrak baru yang cukup signifikan, PTPP juga memiliki proyeksi yang optimis untuk tahun 2026. Perusahaan ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp23,6 triliun dengan proyeksi pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp16 triliun untuk tahun buku 2026. 

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, dalam sebuah konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), mengungkapkan bahwa perusahaan masih mengevaluasi proyeksi laba bersih untuk tahun mendatang.

Hingga kuartal III/2025, PTPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,73 triliun, meskipun mengalami penurunan 23,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp14 triliun. Namun, pencapaian kontrak baru yang signifikan di tahun 2025 diharapkan dapat mendongkrak kinerja keuangan PTPP pada tahun 2026.

Dengan beragam proyek besar yang telah berhasil diraih, serta komitmen kuat dalam menjaga kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan, PTPP optimistis akan terus mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri konstruksi Indonesia.

Terkini