ASG Resmikan Masjid Al Ikhlas Dorong Peran Kemanusiaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:57:17 WIB
ASG Resmikan Masjid Al Ikhlas Dorong Peran Kemanusiaan

JAKARTA - Kehadiran rumah ibadah di kawasan perkotaan modern kerap dipandang sebagai pelengkap pembangunan fisik. Namun, lebih dari itu, masjid juga memiliki fungsi strategis sebagai ruang sosial yang memperkuat nilai kebersamaan dan kemanusiaan. 

Pandangan inilah yang mengemuka dalam peresmian Masjid Al-Ikhlas di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat sekitar.

Agung Sedayu Group (ASG) meresmikan Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di kawasan Riverwalk Island PIK pada Kamis, 15 Januari 2026. Peresmian masjid tersebut dihadiri jajaran manajemen ASG serta Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Masjid Al-Ikhlas menjadi masjid ketiga yang dibangun ASG di kawasan Pantai Indah Kapuk.

Komitmen ASG Bangun Fondasi Spiritual

Presiden Direktur Agung Sedayu Group, Nono Sampono, secara resmi memperkenalkan Masjid Al-Ikhlas sebagai fasilitas ibadah terbaru yang dihadirkan bagi masyarakat di kawasan PIK. 

Ia menegaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bagian dari komitmen ASG untuk menghadirkan keseimbangan antara kemajuan kawasan dan penguatan nilai moral.

Nama Masjid Al-Ikhlas memiliki makna tersendiri karena diinisiasi langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Penamaan tersebut mencerminkan harapan agar masjid ini menjadi tempat ibadah yang dilandasi ketulusan serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Kami menyadari kawasan yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan ekonomi yang kuat, tetapi juga fondasi moral dan spiritual yang kokoh," ujar Presiden Direktur ASG Nono Sampono.

Menurut Nono, kehadiran masjid di kawasan hunian dan komersial seperti Pantai Indah Kapuk diharapkan mampu menciptakan ruang yang menenangkan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang refleksi dan pembinaan karakter masyarakat.

Masjid Sebagai Rumah Kemanusiaan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa fungsi masjid jauh melampaui peran sebagai tempat ibadah ritual. 

Ia menyebut masjid sebagai rumah kemanusiaan yang memiliki tanggung jawab sosial untuk memberdayakan dan memperkuat masyarakat.

“Masjid sejatinya bukan hanya sebagai tempat ibadah makhluk, tapi juga rumah kemanusiaan. Sebetulnya kalau untuk salat, kita tidak perlu masjid. Rumah kita pun juga adalah masjid,” ucap Menag.

Menag menjelaskan bahwa keberadaan masjid menjadi penting karena berfungsi sebagai ruang bersama yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. 

Di masjid, nilai persaudaraan dan kepedulian sosial dapat tumbuh dan berkembang melalui berbagai aktivitas keagamaan maupun kemasyarakatan.

“Tapi kenapa kita perlu masjid? Masjid itu dimaksudkan untuk memperkuat, memberdayakan masyarakat. Dan masjid itu bukan hanya memberdayakan masyarakat satu golongan saja,” katanya.

Ia berharap Masjid Al-Ikhlas dapat menjadi pusat kegiatan yang inklusif, terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang. Dengan demikian, masjid dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan spiritual umat.

Ruang Sosial Di Kawasan Perkotaan

Keberadaan Masjid Al-Ikhlas di kawasan Pantai Indah Kapuk dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang sosial di tengah kawasan perkotaan yang terus berkembang. 

Menag Nasaruddin menilai masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan yang memberikan manfaat luas.

Ia mendorong agar pengelolaan masjid tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah rutin, tetapi juga mengembangkan program-program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, hingga aksi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Harapan tersebut sejalan dengan visi ASG dalam menghadirkan kawasan yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

 Masjid Al-Ikhlas diharapkan menjadi simbol sinergi antara dunia usaha dan nilai-nilai keagamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dengan pendekatan tersebut, masjid tidak hanya menjadi bangunan fisik yang megah, tetapi juga pusat aktivitas yang hidup dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Arsitektur Dan Kapasitas Masjid Al-Ikhlas

Masjid Al-Ikhlas dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.248 meter persegi. Total biaya pembangunan masjid ini mencapai Rp45 miliar, dengan kapasitas sekitar 600 jemaah di area dalam. Jumlah jemaah dapat bertambah dengan memanfaatkan area luar, terutama saat pelaksanaan salat Jumat.

Dari sisi arsitektur, Masjid Al-Ikhlas mengusung konsep Islamic Classical Architecture yang terinspirasi dari kejayaan peradaban Ottoman dan Timur Tengah. 

Keindahan bangunan tercermin dari pilar-pilar yang elegan, ruang utama berbentuk lingkaran, kubah besar yang megah, serta dua menara yang menjulang tinggi sebagai simbol keislaman.

Desain tersebut tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga menciptakan suasana khusyuk dan nyaman bagi para jemaah. Dengan perpaduan antara arsitektur klasik dan tata ruang modern, Masjid Al-Ikhlas diharapkan mampu menjadi ikon baru kawasan Pantai Indah Kapuk.

Ke depan, masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan umat yang memperkuat nilai sosial, kemanusiaan, dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan perkotaan.

Terkini

Jadwal Bus DAMRI Jogja Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:34 WIB

Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:33 WIB

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:32 WIB

Bukit Uluwatu Serap Dana Rights Issue Rp492,83 Miliar

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:30 WIB

PGEO Kejar Kapasitas 1 GW dengan Ekspansi Panas Bumi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:27 WIB