Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon Baru di Blok Rokan Riau

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:03:32 WIB
Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon Baru di Blok Rokan Riau

JAKARTA - Upaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional terus dilakukan melalui aktivitas eksplorasi di berbagai wilayah kerja. Di tengah tantangan lapangan migas yang semakin matang, setiap temuan baru menjadi sinyal penting bagi ketahanan energi nasional. 

Salah satu kabar positif datang dari Blok Rokan, ketika PT Pertamina Hulu Rokan mengumumkan keberhasilan menemukan cadangan hidrokarbon melalui Sumur Mustang Hitam MTH-001 di Kabupaten Siak, Riau.

Temuan ini diperoleh setelah perusahaan menyelesaikan rangkaian evaluasi pada fase uji produksi. Meski laju produksi awal belum tinggi, hasil tersebut membuka peluang pengembangan lanjutan yang dinilai prospektif. 

Penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa eksplorasi di wilayah kerja yang telah lama berproduksi masih memiliki potensi signifikan apabila didukung pendekatan teknis dan evaluasi data yang optimal.

Hasil Evaluasi Uji Produksi Jadi Penanda Potensi Baru

PT Pertamina Hulu Rokan menyampaikan bahwa cadangan hidrokarbon ditemukan di Sumur Mustang Hitam MTH-001 yang berlokasi di Desa Libo Jaya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. 

Sumur ini berada di wilayah kerja Blok Rokan dan terkonfirmasi mengandung hidrokarbon setelah dilakukan evaluasi pada fase uji produksi.

Vice President Exploration PHR Regional 1, Suprayitno Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa hasil tersebut memberikan sinyal positif terhadap potensi pengembangan lanjutan di wilayah Central Sumatra Basin.

"Sumur MTH-001 telah mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada Formasi Menggala dan Formasi Pematang URB. Meskipun laju produksi awal masih tergolong rendah, discovery ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui intervensi sumur serta evaluasi interval lain yang belum diuji," ujarnya.

Menurut Suprayitno, temuan ini tidak hanya memperkaya data geologi di wilayah tersebut, tetapi juga memperkuat optimisme terhadap keberadaan play baru yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh menjadi kunci untuk memastikan potensi cadangan dapat dimonetisasi secara optimal ke depan.

Kajian Lanjutan Disiapkan untuk Monetisasi Discovery

Setelah konfirmasi awal keberadaan hidrokarbon, PHR masih terus melakukan kajian komprehensif terhadap potensi sumber daya cadangan serta skema pengembangannya. 

Estimasi besaran sumber daya dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh data subsurface, termasuk hasil uji produksi yang telah diperoleh.

"Tim eksplorasi dan pengembangan sedang menyiapkan skenario Produksi Awal (POPE) agar discovery ini dapat segera dimonetisasi secara optimal," jelas Suprayitno.

Kajian tersebut mencakup analisis teknis, keekonomian, serta kemungkinan intervensi sumur untuk meningkatkan laju produksi. Langkah ini dinilai penting agar setiap temuan baru dapat segera memberikan kontribusi nyata terhadap produksi migas nasional, sekaligus menjaga efisiensi investasi di sektor hulu migas.

Dengan pendekatan terintegrasi, PHR berharap potensi yang ada di Sumur MTH-001 dapat dikembangkan secara bertahap dan terukur. Hal ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan lapangan migas mature yang masih menyimpan peluang cadangan tambahan.

Proses Eksplorasi dan Uji Produksi Sumur MTH-001

Sebelum keberadaan hidrokarbon terkonfirmasi, PHR telah melalui rangkaian kegiatan eksplorasi yang dimulai dengan pengeboran Sumur MTH-001 pada 4 September 2025. 

Pengeboran dilakukan menggunakan Rig PDSI 52.3 berkapasitas 750 HP dan mencapai kedalaman akhir 6.464 ftMD atau 6.351,5 ftTVDSS pada 26 September 2025.

Secara geologi, sumur ini berada di Cekungan South Aman Trough, Central Sumatra Basin, yang dikenal sebagai salah satu cekungan migas produktif di Indonesia. Posisi geologi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dilakukannya eksplorasi lebih lanjut di area ini.

Setelah pengeboran selesai, kegiatan dilanjutkan ke fase uji produksi yang menggunakan Rig BMS-007. Uji produksi dilaksanakan pada periode 5 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. 

Dari hasil pengujian tersebut, terbukti adanya potensi kandungan sumber daya minyak dari play baru dengan perangkap stratigrafi pada Formasi Pematang URB dan Formasi Menggala di South Aman Trough.

Hasil uji produksi ini menjadi dasar penting dalam menilai kelayakan pengembangan lanjutan serta menentukan langkah teknis berikutnya.

Optimisme Eksplorasi di Wilayah Kerja Mature

Dari hasil uji produksi Sumur MTH-001, terdapat peluang untuk meningkatkan produksi melalui pengembangan lanjutan. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa eksplorasi di wilayah kerja yang telah matang masih dapat memberikan hasil menjanjikan apabila dilakukan dengan cara pandang baru dan pemanfaatan data secara optimal.

PHR menilai bahwa pendekatan eksplorasi berbasis integrasi data subsurface dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci untuk menemukan potensi cadangan tambahan di lapangan-lapangan eksisting. 

Dengan strategi tersebut, wilayah kerja mature seperti Blok Rokan tetap memiliki peran penting dalam mendukung target produksi nasional.

Ke depan, hasil discovery ini diharapkan dapat memperkuat portofolio eksplorasi PHR sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap lifting minyak nasional. Temuan di Sumur MTH-001 menjadi bukti bahwa peluang eksplorasi masih terbuka lebar, bahkan di wilayah yang telah lama dikelola.

Terkini

Jadwal Bus DAMRI Jogja Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:34 WIB

Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:33 WIB

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:32 WIB

Bukit Uluwatu Serap Dana Rights Issue Rp492,83 Miliar

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:30 WIB

PGEO Kejar Kapasitas 1 GW dengan Ekspansi Panas Bumi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:27 WIB