5 Suplemen Dan Obat Yang Tidak Boleh Bareng Susu

Rabu, 14 Januari 2026 | 09:18:44 WIB
5 Suplemen Dan Obat Yang Tidak Boleh Bareng Susu

JAKARTA - Susu kerap dianggap sebagai minuman sehat yang aman dikombinasikan dengan berbagai asupan harian. 

Kandungan kalsium, protein, dan lemak di dalamnya menjadikan susu pilihan favorit untuk melengkapi sarapan maupun diminum sebelum tidur. 

Namun, di balik manfaat tersebut, susu ternyata tidak selalu cocok dikonsumsi bersamaan dengan semua jenis obat dan suplemen.

Dalam kondisi tertentu, konsumsi susu bersamaan dengan obat atau suplemen justru dapat memengaruhi cara kerja zat aktif di dalam tubuh.

 Interaksi ini tidak selalu menimbulkan efek langsung yang terasa, tetapi bisa mengurangi penyerapan, menurunkan efektivitas, atau mengubah manfaat yang seharusnya diperoleh dari obat maupun suplemen tersebut.

Mengapa Susu Bisa Mengganggu Penyerapan Obat

Susu mengandung kalsium, protein kasein, serta lemak yang dapat berinteraksi dengan obat dan nutrisi tertentu. Zat-zat ini dapat mengikat molekul obat di saluran pencernaan, sehingga memperlambat atau bahkan menghambat penyerapan ke dalam aliran darah.

Ketika penyerapan terganggu, jumlah obat atau suplemen yang benar-benar dimanfaatkan tubuh menjadi lebih sedikit. Dampaknya, manfaat yang diharapkan tidak tercapai secara optimal, terutama pada obat-obatan yang memerlukan dosis dan waktu konsumsi yang presisi.

Ada beberapa jenis suplemen dan obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu agar efektivitasnya tetap terjaga.

Daftar Suplemen Yang Sebaiknya Dihindari Bersama Susu

1. Suplemen Zat Besi

Zat besi adalah salah satu suplemen yang paling umum yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama susu. Susu mengganggu penyerapan zat besi karena kalsiumnya mengikat zat besi di lambung, dan protein kaseinnya juga dapat menghambat penyerapan zat besi.

Hal ini secara signifikan mengurangi jumlah zat besi yang diserap tubuh Anda, terutama bagi orang yang mengonsumsi zat besi untuk mengatasi kekurangan atau anemia. Tunggu dua jam sebelum atau setelah mengonsumsi susu atau makanan kaya kalsium.

2. Suplemen Seng (Bentuk Tertentu)

Beberapa penelitian lama menunjukkan bahwa asupan kalsium yang tinggi dapat mengurangi penyerapan seng, tetapi efek ini tampaknya paling relevan dengan suplemen kalsium, bukan makanan olahan susu biasa. 

Suplemen seng terutama seng sulfat dan seng glukonat dipengaruhi oleh kalsium.

Kalsium dan seng bersaing untuk diserap di usus, dan kasein juga dapat mengurangi ketersediaan seng. Mengonsumsi seng bersama susu dapat mengurangi jumlah seng yang diserap oleh tubuh Anda, yang penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan luka.

3. Suplemen Magnesium

Susu belum terbukti mengurangi penyerapan magnesium dan mungkin aman bagi kebanyakan orang. Namun, kalsium dan magnesium memiliki beberapa jalur transportasi usus yang sama, sehingga mengonsumsi suplemen magnesium bersamaan dengan makanan tinggi kalsium seperti susu dapat sedikit mengurangi penyerapan.

Gagasan ini berasal dari penelitian metabolisme nutrisi dan bukan dari uji klinis langsung, dan efeknya belum terbukti signifikan secara klinis pada orang dewasa yang sehat.

4. Obat Tiroid (Levotiroksin)

Penelitian menunjukkan bahwa susu sapi dapat mengurangi penyerapan levotiroksin, kemungkinan besar karena kandungan kalsium dan proteinnya mengikat obat di saluran pencernaan. Ketika ini terjadi, lebih sedikit hormon tiroid yang tersedia untuk diserap tubuh Anda.

5. Antibiotik Tertentu dan Obat Lainnya

Beberapa antibiotik terutama tetrasiklin dan fluoroquinolon sebaiknya tidak dikonsumsi dengan susu, mentega, yogurt, atau keju. Beberapa obat lain juga dapat mengalami penurunan penyerapan jika dikonsumsi bersama susu, contohnya propranolol, mercaptopurine, obat antiinflamasi nonsteroid, digoxin, amiloride, omeprazole, spironolactone, dan ranitidine.

Kalsium dalam susu mengikat molekul obat, membentuk senyawa yang tidak dapat diserap tubuh. Hal ini tentunya dapat mengurangi efektivitas obat.

Cara Aman Mengatur Waktu Konsumsi

Untuk menghindari interaksi yang merugikan, perhatikan jarak waktu antara konsumsi susu dengan obat atau suplemen. Minumlah obat dengan air putih kecuali ada anjuran khusus dari tenaga medis.

Pada antibiotik dan sebagian besar obat lainnya, sebaiknya hindari susu atau produk olahan susu selama tiga jam sebelum dan sesudah minum obat. 

Untuk suplemen tertentu, konsumsi dengan air atau makanan yang mendukung penyerapan, seperti vitamin C, dapat menjadi alternatif yang lebih baik.

Jika Anda rutin mengonsumsi obat resep atau suplemen tertentu, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan agar pengaturan waktu konsumsi lebih aman dan manfaatnya tetap optimal.

Terkini