Contoh Bank Umum di Indonesia Beserta Fungsi dan Penjelasan Lengkapnya

Jumat, 28 November 2025 | 09:42:02 WIB
contoh bank umum

Jakarta - Contoh bank umum menjadi pilihan utama masyarakat modern untuk menabung dibanding celengan tradisional. 

Uang yang disimpan di bank mendapatkan perlindungan lebih baik berkat sistem keamanan yang terjamin, sehingga risiko kehilangan, pencurian, atau kerusakan dapat diminimalkan. 

Dengan adanya fasilitas seperti tabungan, deposito, dan layanan perbankan lainnya, bank memberikan kenyamanan sekaligus keamanan bagi nasabah dalam mengelola keuangan mereka. 

Contoh bank umum menunjukkan bagaimana lembaga keuangan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Bank Umum?

Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah bank, terutama bagi yang sering menabung dan menyimpan uang di lembaga keuangan ini. 

Asal kata “bank” sendiri berasal dari bahasa Italia, yaitu banco, yang berarti bangku. 

Bangku ini merujuk pada meja tempat para bankir melayani nasabah atau klien, dan seiring waktu istilah tersebut berkembang menjadi kata “bank” seperti yang kita kenal sekarang.

Secara umum, bank adalah lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan utama berupa pemberian kredit atau pinjaman serta menyediakan berbagai layanan terkait peredaran uang dan transaksi pembayaran.

Bank dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsi dan peraturan yang berlaku, termasuk bank umum dan bank perkreditan rakyat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.10 Tahun 1998. 

Bank umum sendiri merupakan lembaga yang menjalankan berbagai kegiatan usaha baik secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah. 

Selain itu, bank umum menyediakan jasa dalam transaksi pembayaran dan berperan penting dalam kelancaran peredaran uang di masyarakat.

Jenis-jenis Bank Umum di Indonesia

Berdasarkan kegiatan operasional, bank umum terbagi menjadi dua kategori utama, yakni bank umum devisa dan bank umum non-devisa.

  • Bank umum devisa adalah bank yang menjalankan aktivitas perbankan menggunakan valuta asing dan wajib memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Beberapa contoh bank umum devisa antara lain Bank Danamon, Bank BCA, dan Bank CIMB Niaga.
  • Bank umum non-devisa hanya beroperasi di wilayah domestik, artinya kegiatan bank ini terbatas pada transaksi dalam negeri saja. Contohnya adalah Bank Mayora, Bank Panin Syariah, dan Bank BCA Syariah.

Selain pembagian berdasarkan kegiatan operasional, bank umum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan status kepemilikan:

  • Bank milik negara adalah bank yang seluruh modal dan operasionalnya berasal dari kekayaan negara, serta pendiriannya berada di bawah regulasi undang-undang. Contoh bank milik negara antara lain BNI, BRI, dan Mandiri.
  • Bank milik swasta nasional dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak swasta berkewarganegaraan Indonesia. Contoh bank swasta nasional adalah Bank Mega, Bank Central Asia, dan Bank Lippo.
  • Bank swasta asing merupakan cabang dari bank asing yang dioperasikan oleh pihak swasta dari luar negeri di Indonesia. Contohnya HSBC, Rabobank, dan ABN.
  • Bank milik campuran adalah bank yang kepemilikan sahamnya terbagi antara pihak dalam negeri dan luar negeri. Contoh bank milik campuran antara lain Sanwa Indonesia Bank, ING Bank, dan Bank Merincorp.

Pembagian ini membantu masyarakat memahami jenis bank yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi operasional maupun kepemilikan.

Kegiatan Usaha dan Tugas Bank Umum

Bank umum adalah lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha baik secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah, dengan fokus utama menyediakan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

Kegiatan operasional bank umum mencakup beberapa aspek penting:

1. Penghimpunan Dana
Salah satu fungsi utama bank umum adalah menghimpun dana dari masyarakat. 

Untuk tujuan ini, bank menawarkan berbagai produk keuangan seperti tabungan, giro, dan deposito, yang memungkinkan masyarakat menyimpan uang dengan aman sekaligus memperoleh manfaat tertentu.

2. Pemberian Kredit
Selain menghimpun dana, bank umum juga menyalurkan kredit kepada masyarakat. Kredit ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari modal usaha, pembelian rumah, hingga kebutuhan konsumtif lainnya. 

Proses penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar risiko kredit dapat diminimalkan.

3. Pemindahan Dana
Bank umum menyediakan layanan pemindahan dana yang penting untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan nasional. 

Kegiatan ini meliputi transfer antar daerah maupun pengiriman dana ke luar negeri, baik untuk keperluan individu maupun lembaga.

4. Penyimpanan Barang Berharga
Bank umum juga menawarkan jasa penyimpanan barang berharga atau dokumen penting milik nasabah. 

Dengan fasilitas ini, nasabah dapat menyimpan aset berharga dengan aman, mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan.

5. Penempatan Dana
Bank umum dapat menempatkan dana nasabah ke dalam instrumen berupa surat berharga. 

Berbeda dengan saham atau reksa dana, surat berharga ini diterbitkan oleh pihak bank sendiri dan tidak tercatat di bursa efek, sehingga menjadi alternatif investasi yang relatif aman.

Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, bank umum tidak hanya berperan sebagai pengelola dana masyarakat, tetapi juga sebagai fasilitator transaksi dan investasi, mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Fungsi Bank Umum

Bank umum, atau dikenal juga sebagai commercial bank, memiliki tiga fungsi utama yang sangat penting dalam perekonomian, yaitu:

1. Sebagai Agen Pembangunan (Agent of Development)
Bank umum berperan aktif sebagai agen pembangunan dengan ikut serta dalam memajukan perekonomian negara. 

Fungsi ini terkait dengan tanggung jawab bank dalam mendukung kelancaran transaksi ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi. 

Uang yang beredar melalui bank digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga bank menjadi sarana penting bagi para pelaku usaha dan masyarakat untuk melakukan transaksi secara efisien.

2. Sebagai Agen Terpercaya (Agent of Trust)
Bank umum juga harus berperan sebagai lembaga yang terpercaya. Kepercayaan ini muncul karena masyarakat dan nasabah menyimpan dana mereka di bank, mengharapkan keamanan dan pengelolaan yang profesional.

Fungsi ini menjadikan bank sebagai institusi yang dapat diandalkan dalam menjaga aset dan melayani kebutuhan finansial masyarakat.

3. Sebagai Agen Permodalan (Agent of Equity)
Fungsi ketiga bank umum adalah sebagai agen pemodalan. Masyarakat yang membutuhkan modal dalam jumlah besar dapat mengandalkan bank untuk memberikan pinjaman dengan persyaratan dan bunga yang telah disepakati. 

Dengan peran ini, bank membantu individu maupun usaha memperoleh dana untuk investasi, ekspansi usaha, atau kebutuhan ekonomi lainnya, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Ketiga fungsi tersebut menegaskan posisi bank umum sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya mengelola dana, tetapi juga berperan strategis dalam pembangunan, kepercayaan publik, dan penyediaan modal.

Daftar Contoh Bank Umum di Indonesia

Berikut adalah daftar beberapa bank yang termasuk dalam kategori bank umum di Indonesia. 

Contoh bank umum ini meliputi berbagai jenis, mulai dari bank devisa, non-devisa, milik negara, hingga bank swasta nasional dan asing, yang masing-masing memiliki fungsi dan layanan berbeda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berikut adalah daftar contoh bank umum di Indonesia yang dibedakan berdasarkan kegiatan operasional dan kepemilikannya:

Bank Umum Berdasarkan Kegiatan Operasional

  • Bank Umum Devisa:
    • Artha Graha Internasional
    • Bank Antar Daerah
    • Bukopin
    • Bumi Arta
    • Bank Central Asia
    • ICB Bumiputera Indonesia
  • Bank Umum Non Devisa:
    • Dinar Indonesia
    • Sahabat Sampoerna
    • Mayora
    • Bank Mitra Niaga
    • Nationalnobu

Bank Umum Berdasarkan Kepemilikan

  • Bank Milik Negara:
    • Bank Negara Indonesia (BNI)
    • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
    • Bank Syariah Indonesia (BSI)
    • Bank Tabungan Negara (BTN)
    • Bank Mandiri
  • Bank Milik Swasta Nasional:
    • Bank BSA
    • Bank CIMB Niaga
    • Bank Permata Indonesia
    • Bank Danamon
    • Bank Mega
  • Bank Swasta Asing:
    • Bank Citibank
    • Standard Chartered Bank
    • Bank SMBC
    • Bank Maybank
    • Bank DBS
  • Bank Milik Campuran:
    • Bank ANZ Indonesia
    • Bank Woori Indonesia
    • Sumitomo Mitsui Trust Bank Limited
    • Bank Mizuho Indonesia
    • Bank CTBC Indonesia

Sebagai penutup, contoh bank umum mencakup berbagai jenis dan kepemilikan yang memudahkan masyarakat menabung, meminjam, dan melakukan transaksi keuangan dengan aman.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:44 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:05 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:16:59 WIB