JAKARTA - Transformasi layanan keuangan digital terus mendorong perubahan dalam cara masyarakat mengelola keuangan.
Kemudahan akses melalui aplikasi perbankan membuat semakin banyak orang memanfaatkan layanan bank digital untuk menabung, bertransaksi, hingga mengatur kebutuhan finansial sehari-hari. Tren ini juga tercermin dari pertumbuhan jumlah nasabah yang dialami sejumlah bank digital di Indonesia.
Salah satu bank yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah PT Bank Jago Tbk. Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini berhasil mencatatkan peningkatan kinerja bisnis yang solid, didorong oleh pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit yang terus berkembang.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa strategi Bank Jago dalam mengembangkan layanan keuangan digital mulai membuahkan hasil. Dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam ekosistem digital, perusahaan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap produk dan layanan yang ditawarkan.
Pertumbuhan Nasabah Mendorong Kinerja Bank
PT Bank Jago Tbk mencatatkan kinerja bisnis yang solid sepanjang 2025 seiring pertumbuhan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit.
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 14,2 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Angka ini meningkat hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 15,3 juta nasabah. Pertumbuhan jumlah nasabah ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perkembangan bisnis Bank Jago sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris mengatakan peningkatan jumlah nasabah turut mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga yang dihimpun perseroan.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan semakin banyak nasabah yang percaya memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya kepercayaan nasabah menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Bank Jago sebagai salah satu bank digital yang berkembang pesat di Indonesia.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Tumbuh Signifikan
Seiring dengan meningkatnya jumlah nasabah funding, penghimpunan dana pihak ketiga Bank Jago juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025.
Hingga akhir Desember 2025, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun Bank Jago tercatat mencapai Rp25,9 triliun. Nilai tersebut meningkat sebesar 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp18,8 triliun.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pengelolaan dana mereka melalui layanan Bank Jago. Selain itu, peningkatan DPK juga mencerminkan aktivitas transaksi yang semakin aktif di dalam ekosistem layanan bank digital tersebut.
Dengan dukungan pertumbuhan dana yang kuat, Bank Jago memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan berbagai layanan finansial bagi nasabahnya.
Inovasi Fitur Aplikasi Perbankan Digital
Selain mencatat pertumbuhan pada kinerja keuangan, Bank Jago juga terus memperkuat inovasi pada platform digital yang menjadi layanan utamanya. Sepanjang 2025, perseroan menghadirkan sejumlah fitur baru dalam Aplikasi Jago untuk meningkatkan kenyamanan dan fleksibilitas nasabah.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah fitur Kantong Valas yang memungkinkan nasabah melakukan simpanan serta transaksi dalam mata uang asing. Fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi lintas mata uang.
Selain itu, Bank Jago juga meluncurkan Kartu Digital Pro yang ditujukan bagi pelaku usaha individu. Fitur ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam mengelola transaksi bisnis mereka secara lebih praktis melalui aplikasi.
Inovasi fitur tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Jago untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam aktivitas keuangan.
Kolaborasi Ekosistem Perkuat Pertumbuhan Bisnis
Menurut Arief Harris, pertumbuhan bisnis Bank Jago tidak hanya didorong oleh peningkatan jumlah nasabah dan inovasi teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Bank Jago bekerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem digital, termasuk perusahaan pembiayaan serta lembaga keuangan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem finansial yang lebih terintegrasi.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan layanan penyaluran kredit langsung melalui aplikasi yang dinamakan Jago Dana Cepat. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi nasabah dengan tetap mengedepankan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab.
Melalui berbagai inovasi dan kerja sama strategis tersebut, Bank Jago berharap dapat terus memperkuat posisinya di industri perbankan digital Indonesia.
Arief Harris menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan perusahaan sepanjang tahun 2025.
“Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin selama ini. Pencapaian 2025 memotivasi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” kata Arief.
Ke depan, Bank Jago menargetkan untuk terus memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kualitas produk digitalnya agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.