JAKARTA - Pergerakan saham sektor perbankan kembali menjadi sorotan pasar menjelang agenda penting perusahaan.
Salah satu yang menarik perhatian investor adalah pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk yang menunjukkan tren penguatan menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST.
Momentum ini kerap menjadi perhatian pelaku pasar karena dalam forum tersebut biasanya terdapat sejumlah keputusan strategis yang berpotensi memengaruhi arah bisnis perusahaan.
Antusiasme pasar terhadap agenda tersebut tercermin dari pergerakan harga saham perseroan pada perdagangan hari ini. Investor terlihat merespons positif berbagai agenda yang akan dibahas dalam rapat pemegang saham, mulai dari rencana pembagian dividen hingga aksi korporasi lainnya yang bertujuan memperkuat kinerja perusahaan.
Penguatan saham ini juga terjadi di tengah kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid. Dengan laba yang terus bertumbuh serta kebijakan pembagian dividen yang konsisten, saham perusahaan perbankan terbesar di Indonesia ini kerap menjadi salah satu pilihan utama investor di pasar modal.
Pergerakan Saham Menguat Menjelang Rapat Pemegang Saham
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak di zona hijau menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, 12 Maret 2026 siang ini.
Pada pembukaan perdagangan sesi I, harga BBCA menguat 1,1% dibanding hari sebelumnya menjadi Rp6.900. Pergerakan ini menunjukkan adanya sentimen positif dari pelaku pasar menjelang agenda penting perseroan.
Penguatan tersebut berlanjut hingga akhir sesi perdagangan pertama. Di penutupan sesi I, saham BBCA parkir di posisi harga tertinggi selama perdagangan hari itu.
Harga saham tercatat berada di level Rp7.025 atau naik 2,93% secara harian. Kenaikan ini memperlihatkan optimisme investor terhadap prospek perusahaan serta agenda strategis yang akan dibahas dalam rapat pemegang saham.
Pada pukul 14.00 WIB, BBCA dijadwalkan menggelar RUPST dengan sejumlah agenda penting yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
Agenda Penting Dalam RUPST Perseroan
Dalam rapat pemegang saham tahunan tersebut, perseroan akan membahas berbagai keputusan strategis yang berkaitan dengan arah bisnis perusahaan ke depan.
Beberapa agenda utama yang akan dibahas dalam RUPST antara lain terkait aksi pembelian kembali saham atau buyback, pembagian dividen kepada pemegang saham, serta perubahan susunan pengurus perusahaan.
Berikut agenda utama yang akan dibahas dalam RUPST BBCA:
1. Persetujuan pemegang saham terkait rencana pembelian kembali saham (buyback).
2. Penetapan besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
3. Pergantian atau penyesuaian susunan dewan komisaris dan direksi.
4. Penetapan gaji atau honorarium serta tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026.
5. Penetapan tantiem bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2025.
6. Pembahasan laporan kinerja perusahaan.
7. Agenda lain yang berkaitan dengan pengelolaan perusahaan.
Dalam tahun buku 2024 sebelumnya, BBCA membagikan total dividen final sebesar Rp36,98 triliun atau setara Rp300 per saham. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 67,4% dari laba bersih perusahaan.
Secara historis, rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan BBCA berada di kisaran 67% hingga 70%. Pola ini membuat saham perusahaan kerap diminati investor yang mencari dividen stabil.
Pada tahun buku 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,9% secara tahunan. Jika perusahaan mempertahankan rasio DPR yang sama, maka nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham diperkirakan akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Rencana Buyback Untuk Menjaga Stabilitas Pasar
Selain pembahasan mengenai dividen, salah satu agenda penting lainnya adalah rencana pembelian kembali saham atau buyback yang telah diumumkan sebelumnya oleh perseroan.
BBCA menyiapkan dana maksimal sebesar Rp5 triliun untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. Buyback ini direncanakan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.
Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham perusahaan serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.
Dana yang digunakan untuk buyback akan berasal dari dana internal perusahaan. Perseroan menegaskan bahwa dana tersebut bukan berasal dari pinjaman ataupun dari hasil penawaran umum.
Saham yang dibeli kembali nantinya akan dicatat sebagai saham treasuri yang akan menjadi pengurang ekuitas perusahaan.
Usulan Perubahan Susunan Komisaris Dan Direksi
Agenda lain yang juga menjadi perhatian dalam RUPST kali ini adalah usulan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi.
Beberapa nama dalam jajaran pengurus perusahaan diusulkan untuk kembali menduduki posisi yang sama. Namun terdapat pula sejumlah perubahan dalam struktur kepemimpinan perusahaan.
Salah satu nama baru yang diusulkan dalam jajaran direksi adalah David Formula yang saat ini menjabat sebagai Senior Executive Vice President Strategic Information Technology Group.
Di sisi lain, terdapat dua nama yang tidak diusulkan kembali dalam susunan pengurus, yakni Komisaris Independen Cyrillus Harinowo serta Direktur Rudy Susanto.
Berikut susunan pengurus yang diusulkan dalam RUPST BBCA.
Jajaran Dewan Komisaris
Susunan saat ini:
Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
Komisaris: Tonny Kusnadi
Komisaris Independen: Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen: Raden Pardede
Komisaris Independen: Sumantri Slamet
Calon yang diusulkan:
Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
Komisaris: Tonny Kusnadi
Komisaris Independen: Raden Pardede
Komisaris Independen: Sumantri Slamet
Jajaran Direksi
Susunan saat ini:
Presiden Direktur: Hendra Lembong
Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur: John Kosasih
Direktur: Subur Tan
Direktur: Rudy Susanto
Direktur: Lianawaty Suwono
Direktur: Santoso
Direktur: Vera Eve Lim
Direktur: Haryanto Tiara Budiman
Direktur: Frengky Chandra Kusuma
Direktur: Antonius Widodo Mulyono
Direktur: Hendra Tanumihardja
Calon yang diusulkan:
Presiden Direktur: Hendra Lembong
Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur: John Kosasih
Direktur: Subur Tan
Direktur: Lianawaty Suwono
Direktur: Santoso
Direktur: Vera Eve Lim
Direktur: Haryanto Tiara Budiman
Direktur: Frengky Chandra Kusuma
Direktur: Antonius Widodo Mulyono
Direktur: Hendra Tanumihardja
Direktur: David Formula
Selain agenda tersebut, RUPST juga akan menetapkan besaran gaji atau honorarium serta tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026, sekaligus menetapkan tantiem bagi tahun buku 2025.
Dengan berbagai agenda strategis tersebut, pelaksanaan RUPST diharapkan dapat memperkuat arah bisnis perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.