cacar api

Cara Mencegah Cacar Api dengan Pola Hidup Sehat Teratur

Cara Mencegah Cacar Api dengan Pola Hidup Sehat Teratur
Cara Mencegah Cacar Api dengan Pola Hidup Sehat Teratur

JAKARTA - Cacar api atau herpes zoster kerap dianggap penyakit yang muncul tiba-tiba tanpa tanda. Padahal, risiko kemunculannya dapat ditekan sejak dini dengan langkah pencegahan yang tepat.

Penyakit infeksi akibat reaktivasi virus varicella zoster ini sangat berkaitan dengan kondisi sistem imun seseorang. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh dan memberikan perlindungan tambahan menjadi kunci utama agar virus tidak kembali aktif di kemudian hari.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR menegaskan bahwa kekuatan sistem imun menjadi benteng utama dalam mencegah cacar api. 

“Cacar api disebabkan infeksi virus. Secara umum kalau kita mau menjaga infeksi virus, kita harus punya sistem imun yang baik,” ujar dr. Sandra.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pencegahan cacar api tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup sehari-hari.

Peran Sistem Imun dalam Pencegahan Cacar Api

Virus varicella zoster merupakan penyebab cacar air dan cacar api. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. 

Virus akan berdiam di dalam saraf dan dapat kembali aktif saat daya tahan tubuh menurun. Kondisi inilah yang memicu munculnya cacar api, terutama pada orang dewasa dan lansia.

Menurut dr. Sandra, sistem imun yang melemah dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelelahan fisik, stres berkepanjangan, hingga pola hidup yang kurang sehat. 

Oleh karena itu, menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh sangat penting untuk mencegah virus kembali aktif. Sistem imun yang optimal membantu tubuh mengenali dan menahan perkembangan virus sebelum menimbulkan gejala.

Selain faktor usia, kondisi medis tertentu dan tekanan psikologis juga dapat memperbesar risiko. Hal ini menjelaskan mengapa cacar api tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda ketika sistem imun sedang tidak dalam kondisi prima.

Penerapan Pola Hidup Sehat dengan Prinsip TOMS

Salah satu cara menjaga sistem imun adalah menerapkan pola hidup sehat yang konsisten. Dr. Sandra menyebut konsep TOMS sebagai panduan sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. TOMS merupakan singkatan dari Tidur, Olahraga, Makan Sehat, dan kendalikan Stres.

Tidur yang cukup memiliki peran penting dalam proses regenerasi sel dan penguatan sistem kekebalan tubuh. Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan dan menyeimbangkan hormon yang berperan dalam respons imun. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat melemahkan pertahanan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi.

Olahraga secara rutin juga membantu memperlancar sirkulasi darah, sehingga sel-sel imun dapat bekerja lebih efektif. Aktivitas fisik tidak harus berat, namun dilakukan secara konsisten agar tubuh tetap aktif dan bugar.

Pola makan sehat menjadi sumber utama nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi. Asupan makanan bergizi membantu menjaga keseimbangan vitamin dan mineral yang mendukung kerja sistem imun. 

Sementara itu, pengendalian stres tidak kalah penting karena stres fisik maupun psikologis berpengaruh langsung terhadap daya tahan tubuh. Dr. Sandra menekankan bahwa stres berkepanjangan dapat menurunkan imunitas, sehingga pengelolaannya menjadi bagian penting dari pencegahan infeksi.

Vaksinasi sebagai Bentuk Perlindungan Tambahan

Selain pola hidup sehat, vaksinasi berperan sebagai lapisan perlindungan tambahan terhadap cacar api. Dr. Sandra menjelaskan bahwa vaksin tidak hanya diperlukan oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

 “Banyak di antara kita yang tidak tahu bahwa orang dewasa juga butuh vaksin, tidak hanya cucu-cucu atau anak-anak kita, karena ada yang namanya vaksinasi dewasa,” jelasnya.

Vaksin cacar api bekerja dengan melatih sistem imun untuk mengenali virus dan membentuk antibodi. “Vaksin itu melatih sistem imun kita untuk membuat suatu antibodi,” ujar dr. Sandra. Dengan adanya antibodi, tubuh menjadi lebih siap menghadapi virus jika suatu saat kembali aktif.

Pemberian vaksin cacar api dilakukan dalam dua dosis dengan jarak dua hingga enam bulan. Dr. Sandra menegaskan bahwa efektivitas vaksin yang tersedia saat ini tergolong tinggi. 

“Efektivitas vaksin yang saat ini sudah ada dalam berbagai penelitian cukup tinggi, bahkan ada yang di atas 95 persen,” ujarnya. Tingginya efektivitas ini menjadikan vaksinasi sebagai langkah pencegahan yang sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko.

Upaya Pencegahan untuk Menjaga Kualitas Hidup

Pencegahan cacar api tidak semata-mata bertujuan agar seseorang terhindar dari penyakit, tetapi juga untuk menjaga kualitas hidup. Cacar api dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan dan komplikasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, pencegahan sejak dini menjadi investasi kesehatan jangka panjang.

Dr. Sandra mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pentingnya menjaga sistem imun melalui gaya hidup sehat. Di saat yang sama, vaksinasi dapat dipertimbangkan sebagai perlindungan tambahan, terutama bagi orang dewasa yang pernah mengalami cacar air.

Dengan mengombinasikan pola hidup sehat berbasis TOMS dan vaksinasi, risiko cacar api dapat ditekan secara signifikan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat tetap sehat, aktif, dan terhindar dari dampak cacar api yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index