JAKARTA - Bagi penumpang pesawat, momen lepas landas dan mendarat sering kali menjadi saat yang paling menegangkan.
Di tengah perhatian penumpang pada landasan dan suara mesin pesawat, ada satu pemandangan yang hampir selalu sama: para pramugari duduk tegak di kursi masing-masing dengan posisi tubuh tertentu.
Sekilas, posisi tersebut tampak seperti sedang menunggu atau beristirahat. Namun, di balik sikap diam itu, tersimpan prosedur keselamatan penting yang telah dilatih secara khusus.
Faktanya, pramugari tidak sedang bersantai ketika duduk saat pesawat lepas landas dan mendarat. Mereka berada dalam posisi siaga yang disebut “bracing position”.
Posisi ini diterapkan karena dua fase penerbangan tersebut merupakan momen paling krusial, di mana potensi insiden lebih sering terjadi dibandingkan fase penerbangan lainnya.
Momen Krusial Dalam Penerbangan
Dalam dunia penerbangan, lepas landas dan mendarat dikenal sebagai fase kritis. Pada saat inilah awak kabin harus meningkatkan kewaspadaan dan fokus penuh terhadap keselamatan penumpang. Segala kemungkinan, termasuk perubahan kondisi pesawat secara mendadak, harus diantisipasi dengan cepat.
Ketika pesawat mulai bergerak di landasan atau bersiap menyentuh tanah, awak kabin perlu memastikan seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan dengan benar.
Pramugari akan memindai kondisi kabin meskipun mereka sedang duduk. Mereka memastikan penumpang berada di kursi masing-masing, mengenakan sabuk pengaman, sandaran kursi dalam posisi tegak, serta meja lipat sudah tertutup.
Pada fase ini, awak kabin juga harus siap merespons keadaan darurat dalam hitungan detik. Oleh karena itu, duduk dengan postur tertentu bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari protokol keselamatan yang ketat dan terstandarisasi.
Fokus Penuh Awak Kabin Terhadap Keselamatan
Seperti dilansir Mirror, seorang pramugari sekaligus pengawas penerbangan di Cirrus Aviation Services, Katherine Drossos, menjelaskan bahwa selama fase kritis penerbangan, perhatian awak kabin sepenuhnya diarahkan pada keselamatan penumpang.
"Selama fase kritis penerbangan, khususnya lepas landas dan mendarat, pramugari memastikan kabin sepenuhnya aman dan penumpang duduk, diberi pengarahan, dan bersiap. Hal ini memungkinkan fokus penuh pada keselamatan selama momen paling sensitif tersebut," katanya.
Sebelum pesawat lepas landas, pramugari telah melakukan demonstrasi keselamatan. Mulai dari cara menggunakan sabuk pengaman, masker oksigen, hingga jaket pelampung. Setelah demonstrasi selesai dan pesawat mulai bergerak, pramugari segera mengambil posisi duduk siaga.
Meski terlihat diam, mereka tetap memantau situasi kabin. Kewaspadaan ini penting untuk memastikan tidak ada prosedur yang terlewat dan semua penumpang berada dalam kondisi aman.
Arti Penting Bracing Position
Posisi duduk pramugari saat lepas landas dan mendarat dikenal sebagai bracing position. Dalam posisi ini, pramugari duduk tegak dengan tangan bersila kuat di atas paha.
Postur ini tidak dilakukan tanpa alasan, melainkan dirancang untuk melindungi tubuh dan memudahkan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
"Postur ini menstabilkan tubuh, meminimalkan risiko cedera selama gerakan tiba-tiba atau turbulensi, dan memastikan tangan segera tersedia untuk merespons jika evakuasi atau tindakan keselamatan diperlukan," jelas Drossos.
Secara detail, posisi ini memiliki beberapa ketentuan. Pramugari harus duduk tegak, telapak tangan diletakkan di atas paha, ibu jari terselip, lengan sedikit dilonggarkan, serta kaki menekan lantai dengan kuat. Setiap detail postur ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan mengurangi risiko cedera jika pesawat mengalami guncangan mendadak.
Meski penempatan tangan dapat sedikit berbeda tergantung protokol maskapai, prinsip dasarnya tetap sama, yakni menjaga stabilitas, kewaspadaan, dan kesiapan penuh selama fase kritis penerbangan.
Hasil Pelatihan Dan Kesiapsiagaan
Selain menjaga posisi tubuh, pramugari yang duduk dalam bracing position sebenarnya juga melakukan peninjauan keselamatan secara diam-diam.
Mereka mengidentifikasi lokasi pintu keluar terdekat, mengingat kembali perintah dan prosedur, serta bersiap jika sewaktu-waktu harus melakukan evakuasi penumpang.
Hal ini menunjukkan bahwa tugas pramugari tidak berhenti meskipun mereka sedang duduk. Setiap sikap dan gerakan merupakan bagian dari pelatihan komprehensif yang telah mereka jalani. Pelatihan tersebut mencakup berbagai skenario darurat yang mungkin terjadi dalam waktu singkat.
Dengan kewaspadaan tinggi, awak kabin dapat mengambil tindakan cepat dan tepat jika situasi tidak berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, posisi duduk pramugari saat lepas landas dan mendarat bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kesiapsiagaan maksimal demi keselamatan penumpang.
Jadi, meskipun terlihat sama seperti penumpang yang duduk di kursi, posisi pramugari tersebut merupakan bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan. Di balik ketenangan dan sikap diam mereka, tersimpan tanggung jawab besar untuk melindungi seluruh penumpang di dalam pesawat.